Profil Raja Juli Antoni, Timses Jokowi Kini Jabat Wakil Menteri ATR

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR). Pelantikan Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR menjadikannya wajah baru dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) sisa masa jabatan periode 2019-2024.

Sebelum dilantik menjadi Wamen ATR, Raja Juli Antoni dikenal sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sebelum menjadi politisi PSI, pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 13 Juli 1977, ini merupakan politisi dari PDIP.

Pada 2009, Raja Juli Antoni pernah mencalonkan diri dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Subang, Sumedang dan Majalengka). Namun pencalonannya saat itu kalah.

Sepuluh tahun kemudian atau pada Pilpres 2019, dirinya didapuk menjadi Wakil Sekretaris Timses Jokowi-Maruf hingga menjadi Juru Bicara Tim Kemenangan Nasional Jokowi-Maruf Amin. Selain dikenal sebagai politisi, Raja Juli Antoni juga merupakan seorang intelektual muda yang aktif di bidang hukum dan organisasi Muhammadiyah.

Raja Juli Antoni tercatat menjadi Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada tahun 2000-2022. Kemudian pada 2005-2009, Raja Juli Antoni dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institut, satu lembaga yang didirikan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah almarhum Buya Syafii Maarif.

Raja Juli Antoni juga pernah menjabat sebagai Direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII). Dia bahkan pernah menjadi kandidat calon Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk periode 2015-2020, namun mengundurkan diri lantaran mengaku ingin fokus di PSI.

Pendidikan

Sementara rekam jejak Raja Juli Antoni diketahui diawali saat meraih gelar sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah sekarang UIN Jakarta pada tahun 2001. Gelar sarjana itu diraihnya dengan riset berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Raja Juli Antoni kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia. Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).

Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wamen

Sebelumnya Presiden Jokowi melantik dua menteri dan tiga wakil menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) sisa masa jabatan periode 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6). Dua menteri dilantik adalah Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi. Kemudian Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) menggantikan Sofyan Djalil.

Sementara tiga wakil menteri baru yakni Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR. Lalu John Wempi Watipo sebagai Wamendagri dan Afriansyah Noor sebagai Wamenaker.

Pelantikan itu dihadiri sejumlah ketua umum partai politik. Tampak hadir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengenakan pakaian merah. Hadir pula Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh. Hadir pula Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel