Profil Rosan Roeslani, Pengusaha yang Terpilih Jadi Dubes AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rosan Roeslani dikabarkan terpilih menjadi duta besar RI untuk Amerika Serikat (AS). Ia berasal dari dunia usaha.

Pria kelahiran 31 Desember 1968 di Jakarta ini merupakan mantan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada 2015-2020. Posisi prestisius tersebut membuat Rosan menjadi sosok familiar di dunia politik dan pemerintahan.

Informasi dari situs Kadin yang Liputan6.com kutip Rabu (25/8/2021), menyebut Rosan adalah pendiri Recapital Advisor, perusahaan di bidang jasa keuangan. Ia merintis karir bisnis seusai menuntaskan kuliah S2 di Belgia.

Nama Rosan sudah sering muncul di berita-berita bisnis. Saat perang dagang AS-China memanas, Rosan juga vokal meminta agar Indonesia bisa mencari peluang positif dari hal tersebut.

Ketika Kementerian Perdagangan ketahuan impor pacul, Rosan pernah berkomentar bahwa itu adalah sesuatu yang memalukan.

Selain itu, Rosan adalah Ketua Satgas Omnibus Law. UU itu didukung penuh oleh Rosan yang dinilai merupakan hal penting bagi buruh dan pengusaha.

Ketika Jokowi terpilih ke periode kedua, nama Rosan sempat didukung sebagai menteri perdagangan oleh pengusaha Shinta Kamdani dan Benny Soetrisno yang juga petinggi Kadin.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rosan dan Vaksin Gotong Royong

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P Roeslani. (Istimewa)
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P Roeslani. (Istimewa)

Rosan merupakan salah satu sosok penting di program Vaksin Gotong Royong dan menegaskan bahwa vaksin ini tidak dipungut biaya.

Semua biaya untuk vaksin COVID-19 ditegaskan akan ditanggung pengusaha atau perusahaan.

"Pegawai gratis, keluarga mereka juga. Bahkan ada beberapa perusahaan yang ingin memberikan kepada masyarakat di lingkungan perusahaannya, seperti di sekitar pertambangan," tutur Rosan saat dihubungi Liputan6.com pada Februari 2021.

Menurut Rosan, sejauh ini sudah banyak perusahaan yang berminat berpartisipasi dalam program vaksin COVID-19 ini. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah yang mendaftar.

Perusahaan yang mendaftar, katanya, bukan hanya dari grup-grup besar, tapi juga para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Kami masih lakukan pendataan untuk perusahaan yang minat berpartisipasi dalam program ini, dan sudah banyak yang datar. Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar, bahkan juga dari UMKM ada beberapa yang ikut serta walaupun pegawainya hanya lima orang. Ini luar biasa," jelasnya.

Program vaksinasi gotong royong ini tidak hanya untuk wilayah Jakarta, tapi seluruh Indonesia. Perusahaan yang ikut serta, nantinya akan memberikan vaksin COVID-19 kepada para pegawai mereka yang ada di berbagai wilayah di Indonesia.

"Ini untuk seluruh Indonesia karena misalnya perusahaan-perusahaan yang di Jakarta, mereka juga ada operasional di wilayah lain," tutur Rosan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel