Profil Samin Tan, Terdakwa KPK yang Divonis Bebas

·Bacaan 1 menit

VIVA – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan putusan bebas kepada pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (PT BLEM), Samin Tan, usai tidak terbukti menyuap mantan anggota DPR Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Samin Tan tidak terbukti secara sah meyakinkan telah melakukan tindak pidana pada dakwaan alternatif pertama dan kedua,” ujar Ketua Majelis Hakim, Panji Surono, di Jakarta Senin, 30 Agustus 2021.

Samin Tan akhirnya dibebaskan dari segala tuntutan hukum yang dilayangkan oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan akan segera dibebaskan dari tahanan.

Profil Samin Tan

Lahir di Teluk Pinang pada 3 Maret 1964, Samin Tan merupakan seorang pengusaha Indonesia yang pernah tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2011.

Saat itu, Crazy Rich Indonesian ini memiliki kekayaan sebesar 940 juta dolar dan menduduki peringkat ke-28. Pemilik perusahaan batu bara PT Borneo Lumbung Energi ini pernah menempuh pendidikan di jurusan Akuntansi di Universitas Tarumanegara pada tahun 1985, namun ia tidak tidak melanjutkan pendidikannya sejak tahun 1987.

Alih-alih tak lulus kuliah, kepintaran Samin Tan berhasil membawa dirinya menjadi partner KPMG di tahun 1995. Ia juga pernah bergabung di perusahaan akuntansi, Deloitte & Touche. Empat tahun setelahnya, ia bersama dengan Surjadinata Sumantri mendirikan Renaissance Capital Asia.

Tahun 2006, Samin Tan mendirikan PT Republik Energi dan Metal. Salah satu pencapaiannya yang paling besar adalah ketika ia mengambil alih PT Borneo Lumbung Energy dan mengubahnya menjadi perusahaan utamanya saat ini.

Kini, perusahaan tambang batu bara itu menjadi salah satu perusahaan tambang yang disegani di Indonesia. Sebab, perusahaannya itu memproduksi batu bara bermutu tinggi dan mahal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel