Profil Saptari Hoedjaja Presiden Direktur Bumi Resources, Meninggal Dunia Usia 62 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti PT Bumi Resources Tbk. Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk Saptari Hoedjaja tutup usia pada Minggu, 4 Juli 2021.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava membenarkan hal itu. Dileep menuturkan, Saptari Hoedjaja sakit selama beberapa tahun ini. Ia pun menyampaikan doa kepada almarhum Saptari Hoedjaja.

"Semoga almarhum Bapak Saptari Hudaya diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya,” ujar Dileep saat dihubungi Liputan6.com, Minggu pekan ini.

Mengutip laman Bumi Resources, Saptari Hoedjaja menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk sejak 2001. Saptari juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Kaltim Prima Coal, Presiden Direktur Komisaris PT Energi Mega Persada Tbk sejak 2007, dan Presiden Komisaris PT Bumi Resources Minerals Tbk sejak 2009.

Sebelumnya, pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1959 ini menjabat sebagai CEO Bumi Plc pada 2011-2012 dan Direktur PT Bakrie and Brothers Tbk pada 2008-2010. Adapun Saptari Hoedjaja lulus dari Teknik Mesin ITB.

Mengutip laman KPC.co,id, Saptari pernah meraih menghargaan Top Leader on CSR Commitment 2020. Penghargaan tersebut didapatkan dari Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesian CSR Society dan Majalah Top Business, Agustus 2020.

Selain meraih Top Leader on CSR Commitment 2020, induk KPC PT Bumi Resources Tbk juga meraih empat bintang untuk perusahaan dalam TOP CSR Award 2020.

Selanjutnya

PT Bumi Resources Tbk melakukan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada 1990. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Agustus 1998, diputuskan untuk mengubah bisnis utama Perseroan dari bidang perhotelan dan pariwisata menjadi bidang minyak, gas alam dan pertambangan.

Pada 2000, perseroan akuisisi saham Gallo Oil (Jersey) Ltd sebesar 97,5 persen. Berdasarkan SK Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C-21041 HT.01.04-TH 2000 pada 20 September, nama perseroan berubah dari PT Bumi Modern Tbk menjadi PT Bumi Resources Tbk.

Pada satu tahun berikutnya, tepatnya pada November 2001, perseroan akuisisi 80 persen saham PT Arutmin Indonesia (AI) produsen batu bara terbesar keempat di Indonesia.Pada Oktober 2003, perseroan membeli 100 persen saham PT Kaltim Prima Coal (KPC), produsen batu bara terbesar di Indonesia setelah akuisisi Sangatta Holdings Ltd (SHL) dan Kalimantan Coal Ltd (KCL). Pada 2004, perseroan akuisisi 19,99 persen saham Arutmin sehingga meningkatkan kepemilikannya menjadi 99,99 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel