Profil Sukanto Tanoto, Raja Sawit yang Beli Istana Raja di Jerman Senilai Rp 6 T

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu orang terkaya di Indonesia, Sukanto Tanoto, membuat heboh di Jerman, dengan membeli kompleks Ludwig, bekas istana Raja Ludwig di München senilai 350 juta Euro atau setara Rp 6 triliun.

Di Indonesia, di kalangan pengusaha, nama Sukanto Tanoto tidak asing lagi. Bahkan, dia masuk dalam deretan daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Melansir dari Forbes, Sukanto memiliki kekayaan sebesar USD 1,4 miliar atau senilai Rp 19,6 Triliun (kurs 14.011 per dolar AS). Dengan nominal kekayaan tersebut, Sukanto berada pada peringkat ke-22 dari daftar 50 orang terkaya di indonesia tahun 2020 dan peringkat 1.730 sebagai miliarder dunia 2020.

Diktuip dari tanotofoundation.org, Sabtu (13/2/2021), Sukanto Tanoto Seorang pengusaha, visioner, dan pelopor di sejumlah industri global, Sukanto memulai bisnis pertamanya pada tahun 1967, kemudian mendirikan Royal Golden Eagle (RGE) yang saat ini mengelola sekelompok perusahaan manufaktur berbasis sumber daya dengan aset melebihi USD 20 Miliar dan lebih dari 60.000 tenaga kerja.

Bisnis ini meliputi empat bidang operasional utama: pulp dan kertas (APRIL - Asia Pacific Resources International Holding Ltd dan Asia Symbol), minyak kelapa sawit (Asian Agri dan Apikal), rayon dan pulp khusus (Sateri International dan APR), dan energi (Pacific Oil & Gas).

Pria yang lahir pada 25 Desember di Medan ini mengawali perjalanan bisnisnya sebagai seorang supplier/kontraktor suku cadang tahun 1967.

Walaupun harus mengakhiri pendidikan formalnya akibat penutupan sekolah dan kondisi ayah yang sakit, ia lanjut membantu menjalankan bisnis keluarga di usia 17 tahun.

Seiring bisnisnya berkembang ke daerah pedalaman, Sukanto Tanoto semakin yakin untuk memberdayakan mereka yang kurang beruntung agar menjadi mandiri dengan fokus meningkatkan kualitas dan akses terhadap pendidikan. Inilah yang menjadi cikal bakal pendirian Tanoto Foundation bersama sang istri, Tinah.

Penguasa Lahan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Sukanto Tanoto adalah Pendiri dan Chairman RGE (dok: Website RGE)
Sukanto Tanoto adalah Pendiri dan Chairman RGE (dok: Website RGE)

Nama Sukanto Tanoto mendadak disorot publik karena disebut sebagai pemilik sebagian besar lahan di wilayah ibu kota baru di Kalimantan Timur. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkata lahan tersebut adalah kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bisa diambil kembali oleh pemerintah.

"Saya baru dikasih tahu resmi bahwa tanah itu sebagian besar tanah HTI miliknya Sukanto Tanoto, HTI yang setiap saat bisa diambil oleh pemerintah," ungkap Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia MS Hidayat.

Pihak Tanoto mengakui lokasi pemilihan ibu kota baru di Kalimantan Timur akan berpengaruh ke bisnis mereka. Sebab, lokasi ibu kota baru ada di area PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang merupakan memasok bahan baku ke anak perusahaan RGE Group milik Tanoto.

"Menurut informasi yang kami terima, lokasi yang akan dipilih berada di dalam area PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang merupakan mitra pemasok strategis dengan kontribusinya signifikan bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)," ujar Corporate Affairs Director APRIL Group Agung Laksana.

RAPP merupakan anak usaha APRIL Group. APRIL Group sendiri adalah bagian RGE Group yang Sukanto Tanoto dirikan pada tahun 1973.

Meski Kadin menyebut tanah itu bisa diambil pemerintah demi ibu kota baru, pihak APRIL Group berharap meminta pemerintah turut memberi jalan keluar pada masalah ini.

"Tentu saja rencana Pemerintah ini akan berpengaruh bagi kegiatan operasional, namun kami percaya Pemerintah akan memberikan pertimbangan dan solusi mengenai hal ini," ujar Agung.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: