Profil Wahyana, Guru SMP Gunungkidul Jadi Wasit di Olimpiade Tokyo

·Bacaan 3 menit

VIVAWahyana, seorang wasit bulutangkis yang menjadi sorotan publik saat ini. Faktanya, ia merupakan perwakilan Indonesia untuk memimpin laga bulutangkis pada Olimpiade Tokyo 2020. Pria berusia 53 tahun ini menjadi wasit utama pada pertandingan final Olimpiade untuk cabang bulutangkis tunggal putri.

Berikut sosok Wahyana, wasit perwakilan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

  1. Seorang Guru

Wahyana merupakan seorang guru olahraga di SMPN 4 Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Wahyana merupakan warga asli DIY yang bertempat tinggal di Gancahan VII, Sidomulyo, Godean, Sleman.

Selain menjabat sebagai guru, ia juga menjadi wasit (umpire) yang tidak hanya di tingkat regional, namun juga dikancah internasional. Dikutip dari pbdjarum.org, Wahyana masuk ke dalam wasit level BWF Certificated. Hanya terdapat dua orang dari Indonesia yang memiliki sertifikasi ini, yaitu Wahyana dan Qomarul Lailah.

  1. Wasit senior

Diketahui bahwa Wahyana adalah salah satu wasit senior di Indonesia. Pada tahun 2021 mendatang Ia akan memasuki masa pensiun. Rekam jejaknya di dunia bulu tangkis pun panjang. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Wasit PBSI Yogyakarta periode 2014-2018. Karena kecakapannya, ia juga menjadi salah satu penguji pada ujian umpire level A pada 2019.

  1. Wasit bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020

Diketahui bahwa Wahyana memimpin laga puncak tunggal putri antara Chen Yu Fei dari China melawan Tai Tzu Ying asal Taiwan. Pertandingan ini dimenangkan oleh Chen Yu Fei dengan skor 21-18, 19-21 dan 21-18.

Wahyana mengatakan bahwa memimpin pertandingan final Olimpiade Tokyo 2020 menjadi salah satu pencapaiannya yang tertingginya.

  1. Satu-satunya wasit perwakilan Indonesia

Wahyana mengatakan bahwa ada 36 orang wasit yang disiapkan memimpin pertandingan Olimpiade cabang bulutangkis. Dari 36 orang ini 11 diketahui berasal dari Asia. Wahyana, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang memimpin jalannya pertandingan dikelas tunggal putri.

  1. Mantan pemain Bola Voli

Wahyana memulai kariernya sebagai pemain bola voli, dia bahkan menjadi anggota tim voli DIY. Namun, ia mengalami cidera engkel parah pada tahun 90 -an. Demi menjaga kebugaran, ia mulai bermain bulutangkis.

Profesi wasit mulai ia lakoni sejak tahun 1998. Awalnya ia sebagai hakim garis di level lokal. Merasa menikmati dan terpacu, ia kemudian mengikuti ujian kompetensi di tingkat DIY, hingga tingkat internasional.

  1. Wasit Internasional Senior

Wahyana lulus ujian akreditasi wasit tingkat Asia pada 2006 di Kuala Lumpur. Sedangkan BWF Accreditation atau lisensi tertinggi untuk wasit diraihnya pada 2012. Dalam daftar wasit dunia (BWF) terdapat empat nama asal Indonesia. Wahyana memegang kualifikasi tertinggi (wasit tersertifikasi) dengan lisensi yang berlaku hingga 2022.

  1. Menjadi Pemimpin Pertandingan Internasional

Wahyana sudah seringkali memimpin pertandingan level internasional, mulai SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, Paralimpic, Piala Sudirman, Piala Thomas, World Tour Finals, dan kini ia merasakan sebagai wasit Olimpiade Tokyo 2020. Secara total ia sudah 77 kali memimpin pertandingan di tingkat internasional.

  1. Kesulitan dalam berbahasa

Wahyana mengaku bahwa kendala komunikasi masih ia temui lantaran tidak semua pemain bulu tangkis memahami Bahasa Inggris. Namun ia berinisiatis menggunakan Bahasa tubuh untuk mempermudah komunikasi dengan para atlet yang tidak bisa berbahasa Inggris.

  1. Pengurus pusat PBSI

Pria lulusan Fakultas Olahraga di IKIP Universitas Negeri Yogyakarta ini diketahui menjabat sebagai pengurus pusat PBSI di Sub Bidang Perwasitan untuk periode 2020-2024. Ia menjabat sebagai Subid Perwasitan, berada di bawah Bidang Turnamen Nasional dan Perwasitan yang dipimpin oleh Mimi Irawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel