Profil Zarifa Ghafari, Wali Kota Wanita yang Siap Dibunuh Taliban

·Bacaan 2 menit

VIVAZarifa Ghafari (27), wali kota perempuan pertama di Afghanistan, mengaku sudah pasrah dengan kondisi negaranya yang sudah dikuasai Taliban. Ia mengatakan, dirinya saat ini hanya tinggal menunggu Taliban datang untuk membunuhnya.

“Saya duduk di sini menunggu mereka datang. Tidak ada yang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama mereka dan suami saya. Dan mereka akan datang untuk orang-orang seperti saya dan membunuh saya. Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya. Lagi pula, kemana saya akan pergi?” katanya, dikutip dari iNews.co.uk, Rabu, 18 Agustus 2021.

Seperti diwartakan sebelumnya, pada Minggu, 15 Agustus 2021, kelompok milisi Taliban berhasil mengambil alih kendali ibu kota Kabul dan menguasai Afghanistan hanya dalam waktu 10 hari.

Saat ibu kota jatuh, anggota senior pemerintah telah berhasil melarikan diri dari negara tersebut. Tetapi, Ghafari memilih tetap tinggal karena tidak ada tempat untuk kabur dan bersembunyi.

Dengan adanya kelompok Taliban yang sudah menguasai Afghanistan saat ini, keberadaan kritikus perempuan seperti Zarifa Ghafari akan terancam. Sebab, Taliban pernah mengatakan akan membunuh kritikus perempuan yang pandai berbicara dan memiliki pengaruh politik.

Profil Zarifa Ghafari

Dikutip dari She The People, Ghafari merupakan wali kota perempuan pertama dan termuda di Afghanistan yang dilantik pada tahun 2018 silam. Selama menjabat, kantor Zarifa terletak di provinsi Maidan, Wardak.

Saat terjadi serangan teror di Kabul, ibu kota Afghanistan, ia diberikan tanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan tentara dan warga sipil yang terluka.

Tahun 2020 lalu, perempuan yang lulus dari Universitas Punjab di Chandigarh, India ini terpilih sebagai Woman of Courage oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS). Selama hidupnya, ia sudah beberapa kali lolos dalam upaya pembunuhan terhadapnya.

Akan tetapi, ayah Ghafari, Abdul Wasi Ghafari, tewas terbunuh oleh kelompok milisi itu pada 15 November 2020. Saat itu, Taliban mengatakan alasan di balik pembunuhan ayahnya itu, yakni lantaran mereka tidak ingin Zarifa Ghafari menjadi wali kota.

Pada tahun 2019, Zarifa Ghafari masuk ke dalam daftar 100 Wanita Inspirasi dan Berpengaruh versi BBC.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel