Program Agro Solution Pupuk Indonesia raih penghargaan inovasi terbaik

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Program Agro Solution PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan sebagai "The Best Innovation in Social Business Model" dalam ajang iNews Maker Award 2021 karena dinilai paling banyak memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis, menjelaskan Agro Solution merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menambah penghasilan petani, serta mengedukasi petani, meskipun menggunakan pupuk nonsubsidi tetap bisa memperoleh keuntungan.

"Kami memberikan pendampingan secara komprehensif dalam budi daya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan off farm maupun on farm, dan melibatkan multi stakeholder," ujar Bakir.

Baca juga: Pupuk Indonesia jaga Agro Solution melalui penyemprotan hama di Jember

Pada kegiatan di luar lahan pertanian, lanjut Bakir, Program Agro Solution memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker.

Sedangkan kegiatan pada lahan pertanian, Pupuk Indonesia menyediakan produk input pertanian non-subsidi berkualitas, baik itu pupuk, benih, pestisida dan lain sebagainya. Selain itu juga memberikan kawalan teknologi dan bimbingan teknis budi daya pertanian.

Bakir mengungkapkan telah banyak kisah sukses program ini. Sejauh ini, lanjut dia, pilot project Program Agro Solution telah membukukan hasil positif di Banyuwangi, Jember, Bima, Dompu, Ponorogo, Magetan, Madiun, dan Tuban, dengan total lahan 2.815 hektare dan melibatkan 2.078 orang petani.

Adapun peningkatan rerata panen gabah kering sebesar 55,8 persen dan jagung kering sebesar 45 persen pada wilayah tersebut. Keuntungan petani pun turut meningkat 91 persen untuk panen gabah kering dan dari 60 persen untuk jagung.

Baca juga: Pupuk Indonesia kurangi ketergantungan pupuk subsidi via Agro Solution

"Program ini merupakan langkah nyata perusahaan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani," kata Bakir.

Agro Solution resmi diluncurkan Pupuk Indonesia di Kabupaten Jember pada 5 November 2020 lalu. Pupuk Indonesia menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 hektare pada tahun 2021.

Target tersebut dilaksanakan oleh lima anggota holding yaitu Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektare, Pupuk Kalimantan Timur (12.000 hektare), Pupuk Kujang (10.000 hektare), Sriwidjaja Palembang (8.000 hektare), dan Pupuk Iskandar Muda (4.000 hektare). Saat ini Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia.

"Faktor utama keberhasilan program ini adalah pendampingan atau kawalan teknologi. Dengan adanya peningkatan produktivitas secara signifikan, serta akses permodalan dan pasar yang dipermudah, maka pendapatan petani meningkat sehingga petani tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi," kata Bakir Pasaman.

Baca juga: Pupuk Indonesia luncurkan Agro Solution genjot produktivitas pertanian