Program Bersih Indonesia buka ribuan lapangan kerja baru

Program Bersih Indonesia yang diluncurkan pemerintah bersama organisasi nirlaba global The Alliance to End Plastic Waste akan membuka ribuan lapangan kerja baru di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Presiden dan CEO The Alliance Jacob Duer di Kabupaten Malang, Rabu, mengatakan bahwa program yang membangun layanan pengumpulan sampah pada tingkat rumah tangga dan fasilitas pemilahan, pemrosesan, serta daur ulang itu akan membuka lapangan kerja baru.

"Sistem ini diharapkan dapat menciptakan lebih dari 3.000 lapangan pekerjaan dan memunculkan kolaborasi masyarakat serta dari dunia pendidikan," kata Jacob.

Baca juga: Program Bersih Indonesia optimalisasi pengolahan sampah berkelanjutan

Jacob menjelaskan, Program Bersih Indonesia yang diluncurkan di wilayah Kabupaten Malang tersebut, pada tahap pertama akan dikembangkan dengan total pembiayaan mencapai 29 juta dollar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, seluruh pembiayaan tersebut akan ditanggung oleh The Alliance, yang sudah melakukan lebih dari 35 proyek di 29 negara untuk menangani pengelolaan sampah plastik tersebut.

"Semua biaya akan didanai sepenuhnya oleh The Alliance," katanya.

Pada saat program tersebut berjalan penuh pada 2025, sistem akan memiliki target untuk mengalihkan lebih dari 50 ribu ton sampah plastik setiap tahun dengan tingkat daur ulang lebih dari 60 persen.

"Bekerja sama dengan pemerintah daerah, kami memiliki tujuan untuk memberikan akses kepada warga Kabupaten Malang untuk bersama-sama mengelola sampah menjadi sesuatu yang produktif," katanya.

Baca juga: Kementerian LHK bantu teknologi RDF pengolahan sampah di Sawahlunto

Di wilayah Kabupaten Malang, produksi sampah per hari mencapai 1.300 ton dan 474 ribu ton sampah per tahun yang dihasilkan dari kurang lebih 2,6 juta penduduk. Sebanyak 15,19 persen merupakan sampah plastik.

Program Bersih Indonesia yang dimulai dari Kabupaten Malang tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan persampahan terintegrasi untuk lebih dari 2,6 juta penduduk yang ada di wilayah tersebut pada saat beroperasi secara penuh pada 2025.

Tim Bersih Indonesia akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun layanan pengumpulan sampah di tingkat rumah tangga, serta fasilitas pemilahan, pemrosesan, dan daur ulang untuk penduduk.

Pemerintah telah mengalokasikan lahan untuk membangun lima Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan empat Stasiun Peralihan Antara (SPA) yang akan mulai dibangun pada 2022. Dengan sistem baru tersebut, diperlukan keterlibatan masyarakat untuk memperkuat literasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel