Program BLSM Bagi Warga Dinilai Tidak Tepat

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kompensasi kenaikan harga BBM melalui program BLSM dinilai bukanlah solusi yang tepat bagi pemerintah. Diketahui pemerintah membuat program BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM di masyarakat.

"BLSM cuma jadi obat sementara tapi tidak mengobati," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha saat dihubungi wartawan, Minggu (23/6/2013).

Syaifullah mengatakan pemberian bantuan dana tersebut membuat kesan warga Indonesia sebagai tukang minta-minta. "Kalau di Australia  mereka yang mengganggur mendaapat uang," kata anggota Komisi I DPR itu.

Syaifullah mengaku lebih setuju bila BLSM dialokasikan untuk membantu pengusaha kecil menengah yang lebih produktif,  untuk pengembangan dunia usaha, sehingga masyarakat juga belajar mandiri.

"Solusinya cipatakan usaha yang lebih produktif untuk pengusaha kecil menengah, kasih pinjaman dengan  bunga 1 persen,   tanpa agunan," tuturnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.