Program Food Estate Gagal, Banyak Alat-Alat Mangkrak

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi IV DPR mempertanyakan program food estate dan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Kedua program tersebut dinilai gagal, bahkan menyebabkan banyak alat-alat yang mangkrak.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Jenderal Prasarana Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Kementerian Pertanian, Ali Jamil Harahap, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR.

"Menurut catatan kita memang ada yang mangkrak dan itu sudah kita arahkan untuk masuk ke gudang dan sudah kita bawa untuk perbaiki," ujar Ali, Rabu (23/11).

Ali menjelaskan, bahwa alat-alat yang mangkrak digunakan oleh dinas-dinas di wilayah KSPP. Namun, dia mengakui bahwa alat-alat tersebut justru tidak dimanfaatkan oleh dinas dan berakhir mangkrak hingga terdapat alat rusak. "Diurus tidak sama dinas?" cecar Ketua Komisi IV DPR, Sudi.

"Ya itu ada yang mangkrak," jawab Ali.

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi IV DPR RI, Riezky Aprilia mengingatkan pemerintah untuk tidak mencoba-coba dalam membuat program.

"Mau dipakai istilah food estate, mau dipakai istilah KSPP (kawasan sentra produksi pangan). Saya sudah Ingatkan dari awal tahun jangan coba-coba bikin gerakan tanpa bayangan tetap memasukkan bicara food estate dengan nomenklatur yang berbeda intinya sama," ujarnya.

Kurangi Anggaran Kementan

Kemudian, Sudi pun memberikan peringatan akan mengurangi anggaran Kementerian Pertanian pada 2024 mendatang. Sebab, berdasarkan catatan yang dimiliki Sudi, sejak 2018-2021 anggaran Kementerian Pertanian mengalami perubahan, namun hasil padi yang diproduksi tidak berubah.

Pada 2018, anggaran Kementerian Pertanian Rp24,038 triliun dengan hasil padi 59 juta ton,

2019, anggaran Kementerian Pertanian Rp21,831 triliun dengan hasil padi 54 juta ton,

2020, anggaran Kementerian Pertanian sekitar Rp15 triliun dengan hasil padi 54,65 juta ton,

2021, anggaran Kementerian Pertanian Rp16,314 triliun dengan hasil padi sekitar 54 juta ton.

"Sama juga produksinya, kalau begitu kita coba turunin anggarannya di 2024," ujar Sudi.

Menyinggung soal ketahanan pangan melalui KSPP ataupun food estate, Sudi pun mengkritik bahwa pihak Kementerian Pertanian bergeming dengan banyaknya penyelendupan beras.

"Di Entikong, Kepri saja banyak selundupan kalian diam saja," tukas Sudi. [idr]