Program Kartu Prakerja Berlanjut di 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikaan jika Program Kartu Prakerja akan berlanjut di tahun depan.

Ini disampaikan Menko Airlangga Hartarto saat memulai serangkaian agenda dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/10/2021).

Dia berbincang langsung dengan para alumni Program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko, Yogyakarta. “Program Kartu Prakerja ini akan diteruskan tahun depan,” ujar dia dalam keterangannya.

Program Kartu Prakerja dikatakan telah mendapatkan perhatian besar dari masyarakat di masa pandemi ini. Antusiasme masyarakat terlihat dari 75 juta orang yang mendaftar sejak pertama kali program ini diluncurkan pada 2020.

Melalui Program Kartu Prakerja, Pemerintah telah menyalurkan insentif Rp 13,36 triliun pada 2020. Kemudian pada Kartu Prakerja 2021 sebesar Rp 9,42 triliun yang telah disalurkan sebagaimana tercatat per Oktober 2021.

Program Kartu Prakerja inklusif menjangkau peserta di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dan jumlah penerima setiap provinsi mayoritas naik.

Dalam setiap kesempatan kunjungan kerja, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga bertemu langsung dengan para penerima Program Kartu Prakerja untuk mendengarkan suka dan duka para alumni Program Kartu Prakerja.

Dia juga berdialog mengenai manfaat yang telah diterima setelah mendapatkan pelatihan dan insentif dari program tersebut.

Pesan Airlangga ke Alumni Kartu Prakerja

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang langsung dengan para alumni Program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko, Yogyakarta.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat berbincang langsung dengan para alumni Program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko, Yogyakarta.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah penerima Program Kartu Prakerja yang meningkat dari tahun 2020 ke 2021 dan berdasarkan jumlah penerima, berada di posisi ke-16 nasional.

Dari gelombang 1 hingga 21, total penerima Program Kartu Prakerja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 258.176 penerima.

Secara rinci, jumlah penerima Program Kartu Prakerja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2020 terdapat 98.619 penerima dan tahun pada 2021 terdapat 149.557 penerima.

“Saya sangat mengapresiasi para alumni Program Kartu Prakerja yang ulet dan tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya di masa pandemi dengan memanfaatkan program yang diinisiasi Pemerintah dan melihat ini sebagai peluang,” ujar Menko Airlangga.

Lima Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki jumlah penerima tertinggi adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo.

Sebanyak 55 persen penerima merupakan lulusan SMA/SMK dan dari segi usia, sebanyak 30 persen penerima berada pada usia 26 hingga 35 tahun.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja sangat bergantung kepada bagaimana penerimanya memanfaatkan pelatihan yang ada.

Menko Airlangga mengajak seluruh penerima Kartu Prakerja agar menggunakan kesempatan ini untuk skilling, upskilling, dan reskilling.

Dalam diskusi santai tersebut, para alumni yang hadir berasal dari berbagai bidang mulai dari pemandu wisata, staf Tata Usaha di sebuah sekolah, pengajar lepas secara online, pekerja lepas pada sektor industri kreatif, karyawan perusahaan fintech, kuliner dan pemasaran digital.

Para alumni Program Kartu Prakerja di Yogyakarta ini membuktikan bahwa sertifikat dan manfaat yang didapat dari Program Kartu Prakerja tidak hanya bisa digunakan untuk berwirausaha tetapi juga bisa mendukung karir bagi mereka yang bekerja sebagai staf atau karyawan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel