Program Kartu Prakerja didukung infrastruktur teknologi solid

Direktur Teknologi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Samsu Sempena mengatakan bahwa pemerintah telah membangun infrastruktur teknologi solid untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan bagi sekitar 14 juta penerima manfaat Program Kartu Prakerja.

"Selama dua tahun ke belakang, kami telah berhasil membangun arsitektur teknologi yang solid, menjalankan operasi yang berskala tinggi untuk melayani lebih dari 14 juta penerima manfaat Kartu Prakerja," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers pelaksana program di Jakarta, Senin.

Samsu mengemukakan bahwa infrastruktur teknologi yang kuat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan publik yang efisien bagi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan Program Kartu Prakerja.

Dalam Alibaba Cloud Summit 2022 yang berlangsung di Thailand, Kamis (22/9), ia menjelaskan pemanfaatan strategi Cloud Native dengan teknologi kontainer yang disebut Kubernetes dalam mengefisienkan orkestrasi beban kerja dalam pelaksanaan Program Kartu Prakerja.

Samsu juga menyampaikan peran penting konsistensi pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan Program Kartu Prakerja.

"Trafik volume yang tinggi ini harus didukung dengan teknologi yang kuat, apalagi trafik ini biasanya meningkat hingga lima kali lipat setiap periode pembukaan gelombang baru," katanya.

Dia mengatakan bahwa manajemen pelaksana program mengembangkan pemanfaatan strategi Cloud Native dalam berbagai fitur automasi dan threat detection guna meningkatkan keamanan.

Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang mencakup penyediaan bantuan biaya pelatihan bagi pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, serta pelaku usaha mikro dan kecil.

Pemerintah menjalankan program tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja, meningkatkan kompetensi angkatan kerja, dan mendukung pengembangan kewirausahaan.

Baca juga:
Peserta Program Kartu Prakerja capai 13,4 juta orang
69 persen peserta Kartu Prakerja pakai insentif untuk usaha