Program Literasi Digital untuk Bentengi Warganet dari Dampak Negatif Internet

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Program literasi digital nasional “Indonesia Makin Cakap Digital” resmi diluncurkan. Acara ini diadakan secara semi virtual, Kamis (20/05/2021). Acara peluncuran ini dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, sederet public figure, dan beberapa petinggi wilayah.

Program literasi digital ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai percepatan transformasi digital nasional khususnya pengembangan sumber daya manusia digital. Di mana program literasi digital adalah keharusan di tengah semakin intensifnya penggunaan internet oleh masyarakat. Saat ini terdapat 196,7 juta pengguna internet di Indonesia.

“Tugas bersama untuk memastikan setiap anak bangsa mampu mengoptimalkan kebermanfaatan internet," ucap Johnny G. Plate dalam pidatonya.

Untuk mengoptimalkan hal tersebut, rencananya akan ada 20 ribu pelatihan berdasarkan modul dan kurikulum yang sudah lebih dahulu diresmikan yaitu Digital Skill, Digital Safety, Digital Culture, dan Digital Ethics. Setiap tahunnya diharapkan akan menjangkau 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten kota di 34 provinsi di indo.

Hal ini merupakan keseriusan pemerintah dalam melakukan terobosan dan akselerasi di bidang pengembangan sumber daya manusia digital. Literasi digital menjadi sebuah keniscayaan untuk membentengi warganet dari dampak-dampak negatif internet yang saat ini sedang marak.

Setidaknya terdapat 50 juta masyarakat indo yang akan terliterasi secara digital sampai tahun 2024 mendatang dan diharapkan meningkat pada periode berikutnya hingga 100 juta masyarakat.

“Untuk itu mohon dukungan dari Bapak Presiden dan juga partisipasi aktif Bapak Ibu menteri, gubernur, bupati, walikota, dan para jajarannya. Hal ini merupakan kolaborasi horizontal dan vertikal untuk mewujudkan Indonesia yang semakin cakap digital dan terkoneksi agar semakin maju," ujar Johnny.

(MG/Retno Dwi Marcelina)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan Video Cek Fakta di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel