Program malam TV hari digelar tanpa kehadiran penonton akibat corona

Los Angeles (AP) - Virus corona baru pada industri hiburan juga berdampak pada acara-acara televisi larut malam dan jauh melampaui seri “Survivor” di Fiji.

"The Tonight Show" dan berbagai acara bincang-bincang larut malam lainnya di New York pada Rabu mengumumkan bahwa mereka akan merekam acara tanpa penonton, sementara CBS mengatakan produksi "Survivor" pada musim berikutnya ditunda.

Melalui pernyataan pada Rabu, NBC mengatakan pihaknya menangguhkan kehadiran penonton secara langsung untuk "Tonight Show", yang dibawakan Jimmy Fallon, dan "Late Night with Seth Meyers" mulai Senin. NBC menyebutkan keselamatan para tamu dan karyawan adalah "prioritas utama."

CBS mengumumkan bahwa "The Late Show with Stephen Colbert" juga akan direkam tanpa kehadiran penonton di studio, demikian pula dengan program Comedy Central "The Daily Show with Trevor Noah" dan program HBO "Last Week Tonight with John Oliver".

"Dalam beberapa minggu terakhir ini, produser 'The Late Show’ telah berkonsultasi setiap hari untuk berbagi informasi dengan para produser pertunjukan larut malam lainnya yang berbasis di New York, yang juga akan menjalankan kegiatan tanpa kehadiran penonton," kata CBS dalam pernyataan.

Langkah itu diambil berdasarkan petunjuk dari pejabat New York City, kata CBS, dan karena perlu “sangat hati-hati soal” virus itu serta keadaan yang tidak pasti.

Penyiaran acara-acara tersebut tidak akan terpengaruh.

Juga pada Rabu, CBS mengatakan produksi edisi ke-41 "Survivor" telah ditunda sebagai langkah untuk menanggapi penyebaran virus corona. Sebelumnya, syuting dijadwalkan dilangsungkan mulai akhir bulan ini di Fiji, tetapi CBS sekarang mengatakan produksi tersebut akan dimulai pada 19 Mei, tergantung keadaan.

Tanggapan sektor hiburan terhadap krisis yang sedang berlangsung itu antara lain dicerminkan lewat pembatalan festival SXSW di Austin, Texas, serta penundaan berbagai acara, termasuk festival Coachella di California serta rilis film James Bond terbaru.

Bagi kebanyakan orang, virus corona baru hanya menyebabkan gejala-gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk. Bagi sebagian orang, terutama orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang sudah punya masalah kesehatan, corona dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, termasuk pneumonia.

Sebagian besar orang sembuh dari virus baru itu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, pengidap ringan bisa pulih dalam waktu sekitar dua minggu sementara mereka yang sakit parah mungkin membutuhkan tiga hingga enam minggu untuk pulih.

Penulis Hiburan AP Mark Kennedy di New York berkontribusi untuk laporan ini.
__

Associated Press menerima dukungan untuk liputan kesehatan dan sains dari Departemen Pendidikan Sains Howard Hughes Medical Institute.