Program Padat Karya bangun jalan dianggarkan Rp4,5 triliun tahun depan

·Bacaan 1 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mengalokasikan anggaran Program Padat Karya Tunai bidang jalan dan jembatan sebesar Rp4,50 triliun untuk tahun depan.

"Rencana Program Padat Karya sebesar Rp4,50 triliun dengan rencana penyerapan tenaga kerja sebanyak 61.170 orang," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.

Hedy menambahkan rencana Padat Karya tahun 2022 tersebut akan mencakup kegiatan pemeliharaan rutin jalan, pemeliharaan rutin jembatan, revitalisasi drainase, dan tambahan Padat Karya Kontraktual.

Ia juga menyampaikan bahwa realisasi Program Padat Karya Tunai tahun ini hingga 30 Agustus untuk realisasi keuangan mencapai Rp3,75 triliun atau 48,57 persen dari total anggaran Rp7,72 triliun.

Sedangkan realisasi penyerapan tenaga kerja telah mencapai 380.614 orang atau 152,2 persen melampaui target yang ditetapkan sebanyak 250.027 tenaga kerja.

Baca juga: Anggaran Program Padat Karya 2022 diusulkan hanya Rp13,6 triliun

Sebelumnya alokasi anggaran Padat Karya Tunai Kementerian PUPR tahun 2021 mengalami refocusing anggaran dari semula Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun.

Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk memperluas anggaran program padat karya dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi COVID-19.

Salah satu Program Padat Karya Tunai yang telah dimulai di Kementerian PUPR adalah pada bidang jalan dan jembatan. Pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya tersebut dilakukan di seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga mencakup penanganan ruas jalan nasional di seluruh Indonesia.

Program Padat Karya Tunai bidang jalan dan jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami penambahan jumlah pengangguran akibat dampak pandemi di daerah-daerah padat penduduk, terutama Pulau Jawa, Bali, NTB, dan Sumatera.

Baca juga: Padat karya tunai PUPR diharapkan jadi pengungkit pemulihan ekonomi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel