Program pendidikan agama Islam Bupati Bogor diapresiasi Kemenag

Kementerian Agama Republik Indonesia mengapresiasi Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin atas program-program mengenai pendidikan agama Islam (PAI) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Semoga kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan perhatian dan kontribusi nyata terhadap guru pendidikan agama Islam," kata Direktur PAI Kemenag, Amrullah dalam taklimat media dari Pemerintah Kabupaten Bogor, di Cibinong, Sabtu.

Apresiasi tersebut ditandai oleh pemberian plakat tanda mata untuk Bupati Bogor atas partisipasi dan kontribusinya dalam pengembangan dan kebijakan positif bagi pendidikan agama Islam di sekolah tahun 2021.

Penghargaan tersebut diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bogor, Hadijana di Denpasar, Provinsi Bali, Jumat (20/5), dalam momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2022.

Amrullah mengatakan pemberian tanda mata PAI menjadi bukti bahwa afirmasi pemerintah pusat maupun daerah terhadap guru PAI, sehingga diharapkan mampu menjadi "wasilah" kebangkitan guru PAI.

"Kontribusi terhadap guru PAI semoga mampu menjadi bagian dari proses pendidikan agama Islam yang menjadi kebutuhan mendasar dalam penyiapan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berkarakter," kata Amrullah.

Sementara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat PAI Rizky FA menambahkan, Kemenag melalui Direktorat PAI mengundang pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia pada peringatan Harkitnas 2022 di Bali.

"Kami mengundang 548 peserta dari pemerintah daerah, yang terdiri atas 34 pemerintah provinsi dan 514 pemerintah kabupaten/kota. Semoga dengan adanya tanda mata PAI ini, bisa menjadi motivasi semua pihak dalam memajukan dan meningkatkan kualitas Pendidikan Islam khususnya guru PAI," katanya.

Selain pemerintah daerah, Kemenag juga memberikan apresiasi terhadap Kabid yang membidangi Pendidikan Agama Islam di kantor Kemenag Provinsi, serta 28 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang telah sukses dalam pengelolaan dan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2021, demikian Rizky FA.

Baca juga: Pemkab Bogor siapkan Perda Ponpes tingkatkan mutu pendidikan

Baca juga: Bupati Bogor beri guru ngaji insentif agar ikut kampanyekan prokes

Baca juga: Penyuluh agama dan amil di Kabupaten Bogor dapat insentif Rp2,4 juta

Baca juga: Bupati Bogor terus evaluasi pelaksanaan pendidikan saat pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel