Program Perumahan Belum Bisa Menjawab Kebutuhan Masyarakat

RumahCom – Pemerintah telah banyak mengeluarkan berbagai program untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengakses perumahan. Banyaknya program tersebut belum bisa menjadi solusi kebanyakan MBR kita dalam memenuhi kebutuhan huniannya.

Pemerintah cukup banyak mengeluarkan program untuk kemudahan masyarakat berpenghasilan rednah (MBR) mengakses perumahan. Untuk membantu pembiayaan perumahan kalangan MBR, sejak April 2015 lalu pemerintah mengeluarkan program pembangunan sejuta rumah per tahun dan progresnya juga terus meningkat hingga bisa lebih dari satu juta unit sejak tahun 2019 lalu.

Berbagai program yang dikeluarkan antara lain KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), program subsisi selisih bunga (SSB), subsidi bantuan uang muka perumahan (SBUM), hingga bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT). Selain itu masih ada bantuan prasarana sarana umum (PSU) untuk kalangan pengembang.

Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djuli Heripoerwanto (Heri), berbagai kebijakan, kemudahan, maupun bantuan untuk pembiayaan perumahan yang ada ini masih belum bisa menjawab tingginya kebutuhan rumah untuk kalangan MBR.

Ketika sudah memutuskan beli rumah, penting untuk perhatikan pengembang perumahan tersebut. Seperti apa pengembang yang terpercaya? simak di video berikut ini!         

“Masih ada keterjangkauan daya beli yang rendah karena hingga saat ini masih tercatat 11 juta rumah tangga yang menghuni rumah tidak layak huni dan jutaan rumah tangga muda yang belum memiliki rumah. Makanya tantangan sektor perumahan kita masih sangat besar di sisi lain anggaran pemerintah juga sangat terbatas,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2015 sejak program pembangunan sejuta rumah diluncurkan hingga periode 2018 lalu, Kementerian PUPR telah menyalurkan FLPP mencapai 216.660 unit dan SSB sebanyak 558.848 unit. Tahun 2019, penyaluran FLPP diserap untuk 77.564 unit rumah dan SSB 99.907 unit.

Tahun 2020, pemerintah telah mengalokasikan anggaran FLPP sebesar Rp11 triliun untuk membiayai rumah sebanyak 102.500 unit. Sedangkan program SSB sebesar Rp3,8 miliar khusus untuk pembayaran akad pada tahun sebelumnya karena pada tahun ini SSB ditiadakan. Program SBUM mencapai Rp600 miliar untuk memfasilitasi 150 ribu unit rumah sementara BP2BT sebesar Rp13,4 miliar untuk 312 unit rumah.

“Jadi tantangan perumahan kita masih sangat besar dan itu membutuhkan seluruh stakeholder untuk terlibat termasuk masyarakat sendiri. Kita juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas rumah yang dibangun kalangan pengembang dengan menerbitkan sistem informasi registrasi pengembang (SIRENG). Jadi semuanya harus teregistrasi dan terakreditasi supaya produk memiliki standar kualitas yang sama, hingga saat ini sudah ada 13.618 pengembang yang terdaftar,” jelas Heri.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.