Program PMI Jaksel diminta sentuh langsung ke masyarakat

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) meminta agar program Palang Merah Indonesia setempat dapat langsung menyentuh ke masyarakat.

"Saya berharap buatlah program yang langsung menyentuh masyarakat. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada 2023. Namun dapat diprediksi bahwa tugas PMI Kota Jakara Selatan semakin berat dan banyak tantangan," kata Wakil Walikota Jakarta Selatan Edi Sumantri dalam keterangan tertulis saat membuka Musyawarah Kerja Kota Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan 2022 di Jakarta, Jumat.

Edi mengatakan, eksistensi PMI di tengah masyarakat sangat diakui, baik di wilayah DKI Jakarta pada umumnya maupun di Jakarta Selatan secara khusus hingga di tingkat internasional.

Menurut dia, pentingnya keberadaan PMI itu dapat terlihat lebih nyata saat terjadi bencana seperti kecelakaan dan kebakaran, maupun bencana alam.

Baca juga: PMI Jaksel berhasil kumpulkan 33.956 kantong darah dalam 10 bulan

Edi melanjutkan bahwa kerja sama semua unsur yang ada di PMI Kota Jakarta Selatan, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait, merupakan kunci keberhasilan PMI Kota Jakarta Selatan dalam mengemban tugasnya.

"Saat ini PMI telah dapat menarik hati masyarakat, karena setiap kegiatannya selalu bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat," tambahnya.

Ketua PMI Jaksel Abdul Haris mengakui bahwa program 2023 yang lebih berfokus pada penerima manfaat yang lebih menyentuh masyarakat.

"Kami mengadakan program dalam penguatan konten relawan, nantinya anggota siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT) dari unsur lintas agama. Di saat bencana itu teman-teman dari lintas agama berperan aktif," kata Haris.

Baca juga: PMI beri layanan pemulihan psikososial bagi anak korban kebakaran

Perekrutan relawan 2022, kata Haris, akan terus diperkuat dengan muatan pengetahuan bagi setiap anggotanya.

Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kekurangan SDM untuk melayani masyarakat.

"Karena kita tidak bisa berbuat banyak karena kekurangan SDM. Tahun ini akan disusun program yang langsung menyentuh masyarakat," kata Haris.