Program Sejuta Rumah Jokowi Terbangun 601.637 Unit hingga Oktober 2020

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat hingga akhir Oktober 2020 Program Sejuta Rumah sudah mencapai 601.637 rumah. Pandemi Virus Corona atau COVID-19 tak menyurutkan pelaksanaan program Presiden Joko Widodo Tersebut.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, mengatakan pihaknya optimistis Program Sejuta Rumah tetap terlaksana dengan baik meskipun di masa pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: Siap-siap Tarif Tol JORR Ruas Ini Bakal Naik, Ini Daftarnya

"Hingga Triwulan III Tahun 2020 ini tepatnya per tanggal 31 Oktober 2020 capaian Program Sejuta Rumah telah mencapai angka 601.637 unit," ujar Khalawi di Jakarta, dikutip Rabu 4 November 2020.

Dia mengatakan, ketersediaan rumah yang layak huni ke depan dirasa sangat penting guna membantu masyarakat. Agar di masa pandemi ini, bisa tetap terjaga kesehatannya sekaligus melaksanakan berbagai aktivitas seperti belajar, memulai usaha, serta beribadah di rumah.

Selain itu dia mengatakan, program perumahan bisa menjadi salah satu lokomotif utama saat ini. Khususnya dalam upaya mewujudkan pemulihan perekonomian nasional. Sebab, setidaknya ada ratusan industri yang akan bergerak guna memasok kebutuhan proyek pembangunan rumah.

Dampak berganda lainnya, Khalawi mengingatkan, ratusan ribu orang juga akan terserap sebagai tenaga kerja serta UMKM bergerak mendukung peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku pembangunan seperti asosiasi pengembang, perbankan, sektor swasta dan masyarakat untuk mendukung Program Sejuta Rumah ini," katanya.

Data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, capaian Program Sejuta Rumah hingga pertengahan Oktober lalu mencapai angka 601.637 rumah. Dengan rincian, pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 434.828 unit dan non-MBR sebanyak 166.809 unit.

Pembangunan rumah MBR tercatat dari pembangunan rumah swadaya Kementerian PUPR sebanyak 77.812 unit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan sebanyak 393 unit.

Selain itu juga pembangunan rumah yang dilaksanakan kementerian/lembaga lain sebanyak 50.836 unit, Pemerintah Daerah sebanyak 28.862 unit, pengembang perumahan sebanyak 273.724 unit, CSR perusahaan 3.134 unit dan masyarakat tercatat sebanyak 40 unit.

Sedangkan pembangunan rumah non-MBR, berasal dari pengembang rumah tapak sebanyak 85.764 unit, pengembang rumah susun 39.100 unit dan masyarakat sebanyak 41.945 rumah. (Ant)