Program Sejuta Rumah, Solusi Rumah Murah untuk Masyarakat

Program Sejuta Rumah, Solusi Rumah Murah untuk Masyarakat
Program Sejuta Rumah, Solusi Rumah Murah untuk Masyarakat

RumahCom – Rumah sejatinya menjadi kebutuhan utama bagi setiap masyarakat selain sandang dan pangan. Sayangnya, jumlah lahan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk membuat harga rumah terus meningkat dan sulit dijangkau oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mencanangkan Program Sejuta Rumah.  Apa itu Program Sejuta Rumah dan bagaimana cara mendapatkannya? Simak artikel ini untuk mendapatkan informasi lebih detailnya sebagai berikut:

  • Apa itu Program Sejuta Rumah?

  • Siapa Saja yang Bisa Mengikuti Program Sejuta Rumah?

  • Cara Menjadi Peserta Program Sejuta Rumah

  • Dimana saja Lokasi Program Sejuta Rumah?

  • Jenis Pembiayaan Program Sejuta Rumah dan Persyaratannya

[ArticleCallout]{ “title”: “15 Denah Rumah Sederhana yang Keren Maksimal”, “excerpt”: “Temukan 15 inspirasi denah rumah sederhana yang keren di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/denah-rumah-sederhana-31074”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/1110×624-crop/static/2020/08/Denah-Rumah-Sederhana-1.png” } [/ArticleCallout]

Apa Itu Program Sejuta Rumah?

<em>Jutaan masyarakat berpenghasilan rendah ditargetkan miliki hunian layak. (Foto:<a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/sekelompok-orang-membentuk-ikon-rumah-gm520741794-91082281" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:istock – mattjeacock" class="link "> istock – mattjeacock</a>)</em>
Jutaan masyarakat berpenghasilan rendah ditargetkan miliki hunian layak. (Foto: istock – mattjeacock)

Program Sejuta Rumah adalah gerakan percepatan dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku pembangunan perumahan dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia.

Melansir situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), program yang telah direncanakan Presiden Joko Widodo sejak 2015 ini memiliki tujuan utama untuk mengatasi kekurangan rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (Rp2,5 – Rp4 juta/bulan). Sejak dijalankan pada 2015 – 2021, total rumah yang telah terbangun mencapai 6,87 juta unit. Untuk tahun 2022 sendiri, hingga 31 Maret pemerintah telah berhasil membangun 159.372 rumah di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, capaian Program Sejuta Rumah tahun 2021 tersebut terdiri dari 826.500 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 279.207 unit rumah non MBR.

Lebih rinci, rumah MBR terdiri dari hasil pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sebanyak 341.868 unit, Kementerian / Lembaga lainnya 3.080 unit, pemerintah daerah 43.933 unit, pengembang perumahan (developer) 419.745 unit, CSR Perumahan 2.270 unit dan masyarakat 15.604 unit.

Di sisi lain, jenis bantuan yang diberikan pemerintah antara lain kemudahan mengajukan KPR yang dapat dicicil hingga 20 tahun, uang muka 1% dari harga rumah, serta bunga cicilan rendah di angka 5%.

Program sejuta rumah merupakan salah satu bantuan pemerintah agar masyarakat bisa memiliki rumah sendiri dengan harga yang lebih terjangkau. Nah, bila Anda adalah salah satunya dan sedang mencari hunian di kawasan Karawang dengan harga dibawah Rp700 juta, cek di sini daftar huniannya!

Siapa Saja yang Bisa Mengikuti Program Sejuta Rumah?

<em>Pekerja dengan gaji di bawah Rp4 juta jadi target pasar PSR. (Foto: <a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/kelompok-pebisnis-asia-mengantri-untuk-wawancara-kerja-gm1294582304-388522956" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Imtmphoto" class="link ">iStock – Imtmphoto</a>)</em>
Pekerja dengan gaji di bawah Rp4 juta jadi target pasar PSR. (Foto: iStock – Imtmphoto)

Program sejuta rumah tentu menjadi angin segar bagi mereka yang ingin memiliki hunian layak. Namun, tidak semua berhak mendapatkannya, pemerintah menetapkan beberapa persyaratan yang harus terpenuhi jika ingin mengikuti program KPR subsidi FLPP sebagai berikut:

  1. Penerima adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia;

  2. Penerima telah berusia 21 tahun atau telah menikah;

  3. Penerima maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah;

  4. Penghasilan maksimum 8 juta untuk rumah tapak dan susun;

  5. Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun;

  6. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Cara Menjadi Peserta Program Sejuta Rumah

<em>WNI dengan usia minimal 21 tahun bisa mengajukan subsidi PSR. (Foto:<a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/pebisnis-bertukar-dokumen-gm1000173680-270462582" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Seb Ra" class="link "> iStock – Seb Ra</a>)</em>
WNI dengan usia minimal 21 tahun bisa mengajukan subsidi PSR. (Foto: iStock – Seb Ra)

Jika Anda telah memenuhi syarat untuk menjadi penerima Program Sejuta Rumah, langkah selanjutnya adalah menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan seperti:

  1. Form aplikasi kredit dilengkapi dengan pasfoto terbaru pemohon dan pasangan;

  2. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemohon dan Pasangan, Fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy Surat Nikah/Cerai;

  3. Slip Gaji Terakhir atau Surat Keterangan Penghasilan, fotocopy Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Tetap atau Surat Keterangan Kerja (bagi pemohon pegawai);

  4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP,) dan Surat Keterangan Domisili serta Laporan Keuangan 3 bulan terakhir (bagi pemohon wiraswasta);

  5. Fotocopy izin praktek (bagi pemohon profesional);

  6. Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

  7. Fotocopy rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir;

  8. Surat pernyataan belum memiliki rumah dari pemohon dan pasangan;

  9. Surat pernyataan belum pernah menerima subsidi untuk pemilikan rumah dari pemerintah yang dibuat pemohon dan pasangan.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, Anda bisa memilih dulu bank yang akan menjadi pemberi pinjaman KPR seperti BTN. Mulai cari rumah yang diinginkan seperti mengunjungi situs resmi BTN lalu ikuti langkah selanjutnya sesuai petunjuk.

Untuk penjelasan lebih detail, Anda juga bisa mengunduh aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan). Dalam aplikasi tersebut Anda bisa melakukan checking subsidi, menentukan unit rumah pilihan berdasarkan lokasi, memilih bank, dan monitor proses KPR yang sedang diajukan.

[PropertyTip]Dalam membeli rumah selain uang DP, siapkan juga biaya pembayaran pajak.[/PropertyTip]

Dimana Saja Lokasi Program Sejuta Rumah?

<em>Miliki rumah subsidi di kota-kota di seluruh Indonesia (Foto:<a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/tidak-ada-yang-mengatakan-kami-membuatnya-seperti-membeli-rumah-baru-gm1337281115-418228163" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Staticnack1983" class="link "> iStock – Staticnack1983</a>)</em>
Miliki rumah subsidi di kota-kota di seluruh Indonesia (Foto: iStock – Staticnack1983)

Tidak hanya terpusat di ibukota, Program Sejuta Rumah juga menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang ada di kota lain. Saat ini, program tersebut dijalankan di beberapa daerah yang meliputi DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Jenis Pembiayaan Program Sejuta Rumah dan Persyaratannya

<em>Ada 4 skema pembayaran yang disiapkan pemerintah untuk program sejuta rumah.(Foto: <a href="https://www.istockphoto.com/id/foto/hemat-uang-untuk-biaya-rumah-gm817726962-132273639" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:iStock – Sariyapingam" class="link ">iStock – Sariyapingam</a>)</em>
Ada 4 skema pembayaran yang disiapkan pemerintah untuk program sejuta rumah.(Foto: iStock – Sariyapingam)
  • FLPP

Skema KPR pertama adalah FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mulai 2022 FLPP sudah beralih ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dari sebelumnya Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Karena itu, sesuai peraturan Menteri PUPR No.35 Tahun 2021 tentang Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, serta Peraturan BP Tapera No.9 Tahun 2021 tentang Pembiayaan Kepemilikan Rumah Melalui FLPP berikut syarat dan cara mengurusnya:

Syarat Penerima KPR FLPP

  • Berkewarganegaraan Indonesia

  • Tercatat sebagai penduduk di satu daerah kabupaten/kota

  • Belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah berupa KPR atau kredit/pembiayaan pembangunan rumah swadaya (*)

  • Orang perseorangan yang berstatus tidak kawin atau pasangan suami istri

  • Tidak memiliki rumah (*)

  • Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap yang tidak melebihi batas penghasilan paling tinggi sebesar Rp 8 juta per bulan, merujuk Keputusan Menteri PUPR No 242/KPTS/M/2020.

                        Cara Mengurus FLPP

  • Surat pemesanan rumah dari Pengembang yang paling sedikit memuat harga jual rumah dan alamat rumah

  • Fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (eKTP) atau resi kartu tanda penduduk elektronik

  • Fotokopi kartu keluarga (KK)

  • Fotokopi akta nikah atau akta perkawinan bagi yang berstatus kawin

  • Fotokopi nomor pokok wajib pajak (NPWP)

  • Fotokopi surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan orang pribadi

  • Surat pernyataan pemohon

  • Slip gaji yang disahkan oleh pejabat yang berwenang bagi pemohon yang berpenghasilan tetap, atau surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani oleh pemohon dan diketahui oleh kepala desa/lurah bagi yang tidak berpenghasilan tetap.

  • BP2BT

Jenis pembayaran lain untuk Program Sejuta Rumah adalah BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan. Bantuan jenis ini diberikan pada mereka yang memiliki tabungan dan subsidi yang diberikan mencapai Rp40 juta. Untuk persyaratan lain yang harus dipenuhi antara lain:

  • Warga negara Indonesia yang telah berusia 21 tahun atau telah menikah.

  • Pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah.

  • Penghasilan maksimum Rp 6 juta (Papua Rp 6,5 juta) untuk rumah tapak dan penghasilan maksimum Rp 8 juta untuk rumah susun (Papua Rp 8,5 juta)

  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun

  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

  • Wajib memiliki tabungan di Bank BTN selama minimal tiga bulan.

  • SBUM

SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) merupakan bentuk bantuan lain bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin membeli rumah. Mengutip keterangan dari situs resmi Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan, di tahun 2022 pemerintah memberikan SBUM senilai Rp10 juta untuk daerah Papua & Papua Barat serta Rp4 juta bagi daerah lainnya. Perlu diingat, bagi Anda penerima FLPP maka otomatis akan mendapatkan SBUM.

Untuk mendapatkan SBUM, sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR No.411/KPTS/M/2021 tentang Besaran Penghasilan MBR dan Batasan Luas Lantai Rumah Umum dan Rumah Swadaya, maka mereka yang berhak harus memenuhi kriteria berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) belum menikah maksimal memiliki penghasilan Rp6 juta per bulan

  • WNI sudah menikah maksimal memiliki penghasilan Rp8 juta per bulan

  • Khusus WNI belum menikah di Papua dan Papua Barat batas atasnya Rp7,5 juta per bulan

  • BP Tapera

Terakhir, untuk mendapatkan rumah subsidi, Anda bisa menggunakan metode pembiayaan dengan skema BP Tapera. BP Tapera menyediakan tiga skema pembiayaan perumahan bagi peserta, yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pembangunan Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR).

Dengan skema ini, penerima bantuan bisa mencicil rumah dengan jangka waktu (tenor) hingga 30 tahun, tanpa uang muka, serta bunga flat 5% sampai lunas. Jika berminat, pastikan Anda memenuhi persyaratan berikut:

  • Masuk dalam golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

  • Usia minimal 20 tahun

  • Maksimal penghasilan Rp8 juta/bulan dan Rp10 juta/bulan khusus daerah Papua dan Papua Barat

  • Individu/pasangan belum memiliki rumah untuk Program KPR dan KBR

  • Memiliki rumah yang akan diperbaiki untuk program KRR

Untuk syarat dokumen yang harus dipenuhi sebagai berikut:

  1. KPR Tapera

  2. Mengisi form aplikasi KPR Tapera

  3. Surat pernyataan belum memiliki rumah

  4. Surat pemesanan rumah dari pengembang/developer

  5. Dokumen yang disyaratkan oleh Bank/Perusahaan pembiayaan penyalur
    – Fotokopi e-KTP & NPWP
    – Fotokopi Akta Nikah atau Cerai
    – Slip Gaji 3 Bulan Terakhir
    – Rekening Koran
    – SPT Tahunan
    – Surat Keterangan Kerja

  6. KBR Tapera

  7. Surat pernyataan belum memiliki rumah

  8. Fotokopi bukti atas hak yang sah

  9. Fotokopi IMB

  10. Kondisi awal tanah dilengkapi dengan foto

  11. RAB dan denah/gambar rencana pembangunan rumah

  12. KRR Tapera

  13. Fotokopi bukti atas hak yang sah

  14. Fotokopi IMB

  15. Kondisi awal rumah dilengkapi dengan foto

  16. RAB dan denah/gambar rencana perbaikan rumah

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai Program Sejuta Rumah serta syarat pengajuannya. Semoga Anda yang berniat memiliki hunian layak dapat segera mendapatkannya di tahun ini. Semoga berhasil!

Tonton video berikut ini untuk mengetahui keuntungan memiliki rumah tingkat!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel