Program SERASI Senilai Rp1,3 T Diduga Dikorupsi, Jaksa Geledah Kantor Distan Sumsel

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menggeledah kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel terkait dugaan korupsi program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) 2019 senilai Rp1,3 triliun. Program ini digulirkan kepada delapan kabupaten di provinsi itu.

Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel Mohd Radyan mengungkapkan, penggeledahan dilakukan untuk mendalami adanya dugaan tipikor. "Kita lakukan penggeledahan untuk pendalaman," ungkap Radyan, Selasa (19/7).

Dia mengatakan, anggaran Rp1,3 triliun tersebut berasal dari Kementerian Pertanian yang diberikan kepada 8 daerah, yakni Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Muara Enim, Musi Rawas Utara, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Anggaran terbesar diberikan bagi Kabupaten Banyuasin sebanyak Rp335 miliar.
"Untuk kerugian negara masih dalam perhitungan," kata dia.

Sejauh ini, 60 saksi sudah menjalani pemeriksaan yang berasal dari Gapoktan, Dinas Pertanian Sumsel, dan Banyuasin.

"Modus korupsi masih didalami, mudah-mudahan dengan sejumlah dokumen dan komputer yang diamankan bisa mengungkap kasus ini," ujarnya.

Dinas Pertanian Sumsel Klaim Sudah Lakukan Pengawasan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumsel RB Pranomo mengatakan, sejauh ini kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan kepala daerah. Sebab kegiatan ini dikerjasamakan langsung Gapoktan dari daerah yang didanai Kementerian Pertanian.

"Kami sudah melakukan pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsi pokok sebagai pembina. Cek lapangan juga kami lakukan," terangnya.

Dari informasi yang diterimanya, program itu berjalan saat Kepala Dinas Pertanian Banyuasin sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan dijabat Zainudin. Dirinya tidak mengetahui persis pelaksanaannya karena ketika itu masih menjabat Kepala UPPB.

"Kami siap membantu Kejati mengungkap kasus ini, akan kami permudah yang dibutuhkan," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel