Progres Pembangunan PLTGU Cilamaya di Karawang masuki tahap akhir

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, hingga Kamis ini sudah memasuki tahap akhir.

Chief Executive Officer (CEO) Subholding Power and New Renewable Energy (PNRE), Dannif Danusaputro, di Karawang, Kamis, mengatakan, hingga saat ini progres pembangunan PLTGU Jawa-1 sudah mencapai 96 persen.

Ia mengatakan, progres pembangunan proyek PLTGU Cilamaya yang sudah mencapai 96 persen berarti sudah memasuki tahap akhir.

"Dari data-data progress, kami sangat optimis dapat memenuhi target Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2021," kata Dannif dalam siaran persnya.

Saat ini, Kapal FSRU Jawa Satu sudah bersandar di fasilitas mooring yang disediakan pada pertengahan Maret lalu. Kapal ini memiliki arti penting karena menjadi fasilitas pendukung utama yang langsung terintegrasi dengan PLTGU Jawa-1.

Kapal akan berada di lepas pantai Cilamaya selama 25 tahun operasi sebagai fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung yang menjadi bahan bakar turbin pembangkit listrik. Selanjutnya, gas dikirim melalui pipa sepanjang 21 kilometer ke fasilitas pembangkit untuk memproduksi listrik hingga 1.760 Mega Watt.

Dikatakannya kalau proyek pembangunan PLTGU Cilamaya juga telah melewati masa 25 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat, pekerjaan konstruksi juga dapat terus berjalan di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Dannif saat menerima kunjungan Komisi VII DPR ke lokasi pembangunan PLTGU itu pada Kamis.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan kunjungan yang dilaksanakan tak semata memastikan aktivitas konstruksi pembangunan pembangkit berjalan lancar.

"Kami mendukung penuh proyek strategis ini, karena itu kami ingin melihat secara langsung sekaligus mendapatkan informasi-informasi detail terkait proyek PLTGU yang terintegrasi dengan FSRU ini," kata Eddy.

Turut hadir dalam Kunjungan Kerja kali ini Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (KR-MAK)