Progres Program Padat Karya PUPR Senilai Rp 23,24 Triliun Capai 40 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki lima kegiatan utama yang menjadi fokus dalam membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Salah satunya adalah program padat karya tunai dengan anggaran pada tahun ini sebesar Rp 23,24 triliun.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri & Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, mengatakan tujuan dari padat karya tunai adalah untuk membuka lapangan pekerjaan sampai ke pelosok desa. Saat ini ada sekitar 20 kegiatan mulai dari perbaikan drainase jalan hingga pengecatan jembatan.

"Nilai totalnya Rp 23 triliun untuk 2021, sekarang progresnya sudah 40 persen dan kami perkirakan bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak 1,2 juta orang," kata Endra dalam Dialog Produktif Rabu Utama, Rabu (2/6/2021).

Program padat karya merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR.

Langkah ini tidak hanya akan membuka lapangan pekerjaan, tapi juga menumbuhkan sektor-sektor terkait selama masa konstruksi dan beroperasi.

Bentuk dukungan lain Kementerian PUPR dalam PEN yaitu menyediakan sarana dan prasarana pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang secara natural bisa rebound dengan cepat karena sudah memiliki potensi.

Kementerian PUPR menyiapkan anggaran Rp 3,8 triliun pada tahun ini untuk mendukung pengembangan pariwisata, terutama untuk lima destinasi prioritas yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Candi Borobudur, Likupang, dan Danau Toba.

Namun, juga dilakukan pembangunan di potensi wisata lain seperti Tanjung Lesung dan Pulau Morotai.

Fokus Lainnya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerahkan semua unit organisasi untuk mempercepat program Padat Karya dan Padat Karya Tunai di berbagai sektor pembangunan infrastruktur.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerahkan semua unit organisasi untuk mempercepat program Padat Karya dan Padat Karya Tunai di berbagai sektor pembangunan infrastruktur.

Ketiga, PUPR turut mendukung ketahanan pangan. Salah satunya dengan pembangunan 43 bendungan dengan 18 diantaranya sudah selesai per hari ini, Rabu 2 Juni 2021.

"18 bendungan yang sudah selesai, kita tindak lanjuti dengan jaringan-jaringan irigasinya. Sehingga kita pastikan air yang sudah ditampung dalam kapasitas besar bisa mengairi sampai ke sawah-sawah penduduk. Jadi saya kira ini penting untuk ketahanan pangan kita," ungkap Endra.

Kementerian yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono ini juga turut mendukung pembangunan kawasan industri. Salah satunya melalui pembangunan jalan tol.

"Kawasan industri ini untuk memanfaatkan backbone jalan tol yang sudah kita bangun. Jadi jalan tol tidak berdiri sendiri, tapi harus diikuti dengan pengembangan sektor lain terutama sektor yang prospektif seperti industri, properti dan sektor-sektor pariwisata," jelas Endra.

Kelima yaitu dalam bidang teknologi informasi. Namun menurutnya, Kementerian PUPR dalam hal ini tidak terlalu dominan karena porsinya lebih banyak pada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel