Proliga 2022: 3 Set Langsung, Jakarta Pertamina Pertamax Sikat Jakarta BNI 46

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Tim putra Jakarta Pertamina Pertamax mengawali PLN Mobile Proliga 2022 dengan kemenangan. Skuat asuhan Pascal Wilmar ini menang tiga set langsung atas Jakarta BNI 46 dengan skor 25-23, 25-15, dan 25-20.

Bertanding di GOR GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 9 Januari, Jakarta Pertamina Pertamax tampil solid. Ini sangat wajar karena juara Proliga 2017 itu diperkuat para pemain yang membawa Jawa Barat meraih medali emas PON 2020 Papua.

Mereka antara lain Farhan Halin, Jasen Natanael, Cep Indra, dan Muhammad Fikri Mustopa Kamal. Ditambah dengan pemain Italia Luiz Felippe Ferreira Perotto dan minddle blocker timnas Indonesia Hernanda Zulfri.

Jakarta BNI 46, di sisi lain, meski diperkuat dua pemain timnas Indonesia Sigit Ardian dan Dimas Saputra tak mampu keluar dari tekanan. Begitu juga dengan dua pemain asing, yaitu Osmany Camejo dan Takahiro Tozaki yang bermain cukup bagus, namun belum bisa memberi kemenangan.

Pada laga ini, pelatih Jakarta BNI 46 memainkan Bagus Wahyu sebagai setter. Padahal, mantan pemain timnas Indonesia itu baru bergabung dua hari sebelum Proliga 2022 mulai bergulir.

Komentar pelatih Jakarta Pertamina

Pembukaan PLN Proliga 2022 antara lain dihadiri Menpora, Zainudin Amali dan Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo (Istimewa)
Pembukaan PLN Proliga 2022 antara lain dihadiri Menpora, Zainudin Amali dan Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo (Istimewa)

Pelatih Jakarta Pertamaina Pertamax Pascal Wilmar mengaku cukup puas dengan kemenangan di laga perdana. "Karena Jakarta BNI 46 adalah salah satu lawan terkuat, ada Sigit, Bagus, Dimas, dan pemain Jepang," ujarnya setelah pertandingan.

Meski tampil solid, Pascal mengaku masih ada yang harus diperbaiki dari permainan anak asuhnya. "Saya rasa yang harus diperbaiki blok, karena belum sempurna seperti saat latihan," paparnya.

"Sementara untuk variasi, karena anak-anak 90 persen PON Jabar, saya tidak perlu khawatir. Sebab, memang mereka sudah terbiasa dari tahun lalu."

Pascal juga mengakui kemenangan timnya juga tak lepas dari permainan Sigit Ardian dan Dimas Saputra yang belum dalam bentuk terbaiknya. "Kebetulan Sigit tidak bisa mengangkat tim sama Dimas, mau tidak mau yang lain juga turun," ucapnya.

"Jadi memang rezeki buat kita."

Pelatih Jakarta BNI 46

Pelatih Jakarta BNI 46 Samsul Jais mengakui Jakarta Pertamina Pertamax tampil lebih baik dari pasukannya. "Secara tim mereka sudah terbentuk dan persiapan mereka cukup lama," ujarnya.

Terkait Bagus Wahyu yang baru bergabung namun langsung dimainkan, mantan pemain timnas Indonesia itu membela keputusannya. "Daripada tidak memaksakan Bagus, saya jadi tidak tahu lemahnya di mana," papar Samsul.

"Dan masalahnya bukan Bagus, di receive dan serve kita. Serve kita pelan, artinya mereka bisa raviasi terus di tiga set dan blok kita susah."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel