Proliga 2022 akan digelar dengan sistem semi-bubble

·Bacaan 2 menit

Kompetisi bola voli PLN Mobile Proliga 2022, yang sempat terhenti beberapa waktu lalu karena pandemi COVID-19 dan akan kembali digelar pada 7 Januari 2022, dengan sistem semi-bubble sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Direktur Proliga, Hanny Surkatty, mengatakan bahwa kompetisi kali ini menggunakan sistem semi-bubble atau pembatasan mobilitas dan interaksi peserta dan penyelenggara acara yang di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto di Sentul, Bogor.

"Sistemnya sistem semi-bubble karena yang ada di sana seluruh panitia mereka tinggal di Sentul. Untuk klub-klub, mereka di luar Sentul tapi sebelum mereka bertanding ada tes sebelum ke lokasi pertandingan," kata Hanny dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Panitia dan klub tidak berada dalam satu lingkungan tempat tinggal, menurut Hanny, dikarenakan keterbatasan tempat yang hanya mampu menampung 200 orang, sehingga hanya tim produksi dan panitia, termasuk wasit, yang tinggal di Sentul.

Baca juga: Proliga kembali digelar awal Januari 2022

Meski begitu, Hany menegaskan bahwa pemain yang dapat bertanding harus mengantongi hasil negatif antigen untuk masuk ke lokasi pertandingan. Untuk antisipasi, penyelenggara juga telah bekerjasama dengan rumah sakit setempat dalam hal penanganan kesehatan.

"Proliga 2022 ini yang kita tekankan adalah prokesnya, jadi setiap tim itu mereka harus negatif PCR dan sudah vaksin dua kali, mereka harus sudah punya PeduliLindungi, dan setiap harinya mereka akan kita tes antigen," kata Hanny.

"Kita juga bekerjasama dengan Rumah Sakit EMC yang jaraknya kurang lebih dari Padepokan Sentul itu 800 meter, kita juga punya jalur evakuasi apabila ada yang positif, mudah-mudahan tidak ada, dan semua tempat akan kita steril, dan hampir seluruh peserta dan panitia itu tinggal di satu padepokan itu," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, bagi pemain asing yang akan ikut berlaga di Proliga 2022, penyelenggara juga telah menetapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: PBVSI tiadakan kompetisi Proliga 2021 karena masalah sponsor

Baca juga: Mencermati cara kota industri penuhi kebutuhan cabai

"Pertama, mereka harus datang karantina, setelah swab dua kali hasilnya negatif, dan waktu dua hari sebelum Proliga dimulai mereka harus tes PCR lagi, waktu sampai di tempat lapangan mereka harus dites antigen lagi, jadi kita ada beberapa lapis, baik pemain asing maupun pemain Indonesia sendiri," Hanny menjelaskan.

Proliga 2022, yang akan berlangsung hingga 27 Maret, akan digelar dalam total 66 pertandingan dengan total hadiah Rp1,2 miliar untuk putra dan putri, dan tetap berlangsung dengan sistem putaran pertama dan putaran kedua untuk babak penyisihan yang dilanjutkan dengan semifinal dan final.

Sebanyak enam tim putra dan lima putri dipastikan akan mengikuti kompetisi yang memasuki tahun ke-20 itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel