Promosikan Cuitan Jahat soal Jennie Blackpink, Perusahaan Kosmetik Thailand Minta Maaf

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bangkok - Tak ada angin tak ada hujan, perusahaan kosmetika Thailand Smooth E mendadak mempromosikan cuitan dari seorang warganet terkait Jennie Blackpink. Namun hal ini tak terkait dengan kerja sama atau endorsement.

Twit tersebut berisi komentar jahat terhadap anggota Blackpink tersebut.

Dilansir dari Allkpop, unggahan yang dibagikan pada Senin (12/7/2021) ini berisi komentar negatif terhadap rekan Lisa, Jisoo, dan Rose.

Tagar ala Haters

Jennie Blackpink. (Instagram/ jennierubyjane)
Jennie Blackpink. (Instagram/ jennierubyjane)

Isi cuitan dalam bahasa Thailand ini menyatakan bahwa Jennie adalah sosok yang mengecewakan. Tak hanya itu, sang pelantun "Solo" disebut tak layak berada di Blackpink.

Tak hanya itu, disertakan pula tagar yang kerap digunakan haters untuk menyerang Jennie.

Minta Maaf

Jennie Blackpink. (Instagram/ jennierubyjane)
Jennie Blackpink. (Instagram/ jennierubyjane)

Tak lama setelah unggahan dari akun @Homrada ini membuat kehebohan, Smooth E merilis sebuah permintaan maaf secara terbuka.

"Kami ingin mengungkap permintaan maaf secara tulus atas kesalahan yang diperbuat terhadap Nona Jennie dan fan clubnya, dan kami akan lebih hati-hati dengan pekerjaan kami ke depannya," begitu isi cuitan mereka.

Agensi Ikut Minta Maaf

Unggahan Smooth E tentang Jennie Blackpink. (Twitter/ SmoothEThailand)
Unggahan Smooth E tentang Jennie Blackpink. (Twitter/ SmoothEThailand)

Selain itu, disertakan pula dua pernyataan maaf dari agensi IsAmAre yang menangani kampanye ini. Satu menggunakan bahasa Inggris, dan yang lainnya dalam bahasa Thailand.

"Kami menyadari telah melakukan kesalahan terkait kampanye periklanan (untuk Smooth E) di Twitter pada 12 Juli 2021. Kami menyetop kampanye secepatnya," tulis sang juru bicara.

Gara-Gara Nama Mirip

Disebutkan pula penyebab kekeliruan ini, adalah nama akun sang hater yang mirip dengan milik seorang selebgram Thailand. Hanya beda satu huruf, tapi berujung fatal.

"Kami sedang menginvestigasi proses transaksi media dan menemukan bahwa kesalahan ini terjadi karena akun @homrada mirip dengan akun yang benar, @homradaa," begitu isi pernyataannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel