Propam Masih Periksa Anggota Polisi yang Pistolnya Dipakai Menembak Anak Buya Arrazy

Merdeka.com - Merdeka.com - Propam masih memeriksa anggota pengawal yang pistolnya dipakai untuk menembak anak dai kondang Buya Arrazy. Pistol milik polisi itu diambil oleh kakak korban dan memainkannya sehingga tak sengaja meletus mengenai adiknya yang masih usia 3 tahun.

Kabag Penum Div Humas Polri, Kombes Gatot Repli Handoko anggota tersebut masih diperiksa di Bareskrim.

"Masih di Bareskrim, belum dilimpahkan, mau ditarik yang di Polda metro atau yang di Sumatera Utara," ungkap Gatot, Kamis (23/6).

Kendati kemudian, masih belum diketahui jelas anggota yang menewaskan bayi 3 tahun tersebut berpangkat apa. "Pangkatnya (Belum) yang jelas Bintara" lanjutnya.

Kejadian tersebut bermula ketika dai kondang Buya Arrazy sedang berada di rumah mertuanya di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat di lokasi, pendiri Ribath Nouraniyah Hasyimiyah itu dikawal sejumlah pengawal dari anggota Polri.

Salah seorang anggota pengawal berinisial M pemilik senpi lalu menuaikan ibadah salat dhuhur. Ia kemudian menaruh senjatanya di sebuah tempat yang disebut aman oleh Kapolres Darman.

"Saudara M sedang salat. Kemudian, dia menaruh senjatanya di tempat yang aman," ungkap Kapolres tanpa mau menjelaskan tempat yang dimaksud.

Ketika ditinggal salat, senjata pengawal pribadi itu rupanya dibuat mainan oleh kakak korban. Hingga akhirnya, senjata api itu meletus mengenai putra kedua dari Buya Arrazy hingga meninggal dunia.

"Ini murni karena kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan. Kemudian kecelakaan itu terindikasi adanya letusan senjata," jelas AKBP Darman. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel