Properti Konsep SOHO Kian Diminati, Ini Sebabnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Konsep hunian sekaligus kantor atau Smart Office Home Office (SOHO) makin diminati masyarakat. Salah satunya adalah SOHO Pancoran di Jakarta Selatan.

Properti PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) yang berada di Central Business Disctric (CBD), menjadi satu-satunya bangunan dengan konsep SOHO di Jakarta Selatan.

SOHO Pancoran dikatakan didesain secara elegan dan profesional dengan fasilitas yang melebihi gedung perkantoran konvensional lainnya.

Kisaran harga yang terjangkau di bawah rata-rata harga hunian lain serta dwifungsi sebagai hunian dan kantor membuat konsep SOHO makin dicari.

“Memang kantor kan banyak kalau di CBD seperti di Kuningan, Sudirman, dan Gatot Subroto. Namun, hunian dengan konsep SOHO hanya ada satu. Dan harganya terjangkau pula,” ujar GM Sales & Marketing Herlina Tamblin di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Lokasi yang strategis dinilai sebagai faktor pendukung para konsumen end-user mencari hunian dengan konsep SOHO.

Selain itu, kepemilikan hunian SOHO dapat dimiliki dengan cicilan biaya beli tiap bulan. Artinya, penghuni tidak akan merugi karena cicilan yang dibayarkan setiap bulan bukan biaya sewa.

Properti dengan konsep SOHO juga biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan properti lainnya.

“Kalau untuk harga yang kita tawarkan itu kurang lebih Rp 30 jutaan per meter persegi. Padahal biasanya untuk di CBD calon pembeli harus merogoh kocek Rp50-80 jutaan per meter persegi nya,” jelas Herlina.

Terdapat beragam manfaat dari hunian berkonsep SOHO, misalnya akan menambah efektivitas dan produktivitas penghuni dalam bekerja dan beraktivitas sehari-hari. Penghuni tidak perlu khawatir untuk menjalankan aktivitas bekerja di kantor dan aktivitas di rumah secara bersamaan.

Biaya

SOHO Pancoran.
SOHO Pancoran.

Dia mengatakan di masa pandemi COVID-19 ini, penambahan biaya pasti mempengaruhi ekonomi penghuni. Itulah sebabnya pihaknya berkomitmen untuk terus meminimalkan biaya-biaya pemeliharaan fasilitas gedung.

“Di daerah CBD itu biaya maintenance biasanya berkisar di angka Rp 100.000 per meter persegi per bulan. Sedangkan di SOHO, yang dapat berfungsi sebagai kantor atau tempat tinggal atau keduanya, kami hanya menetapkan biaya pemeliharaan sebesar Rp 27.800 per meter persegi per bulan. Jadi otomatis jauh lebih irit,” tambah Herlina.

Saat ini, unit hunian SOHO Pancoran tersisa 10 persen dari total 346 unit. Dikatakan jika sebanyak 90 persen slot yang sudah terisi menunjukkan jika peminat end-user hunian SOHO makin tinggi di kawasan CBD.

Dengan harga yang terjangkau tersebut, calon penghuni dapat menikmati berbagai fasilitas dan pelayanan dari SOHO Pancoran.

Untuk pembelian properti ini, SOHO Pancoran memberikan promo khusus pembayaran cicilan dengan biaya 35 persen yang dapat dicicil selama 44 kali dan 65 persen, sisanya dapat dibayar lunas atau melalui Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Fleksibilitas pembiayaan ini berkaca pada kondisi ekonomi terdampak pandemi yang masih berjalan di bawah ekspektasi sekaligus juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam mendukung kegiatan usaha agar perekonomian tetap berjalan.