Proposal Usaha Makanan, Ketahui Struktur dan Cara Membuatnya yang Benar

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Proposal usaha makanan tentunya perlu kamu buat untuk menggaet investor atau calon pemodal. Proposal usaha makanan ini termasuk ke dalam jenis proposal bisnis. Untuk membuatnya, kamu tentu perlu mengenali struktur dan formatnya yang tepat.

Pengertian proposal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal sendiri memiliki tujuan untuk mendapatkan persetujuan dari suatu pihak terhadap rencana atau rancangan yang akan dilakukan. Dalam konteks usaha, persetujuan tentunya harus didapatkan dari pemberi modal.

Proposal usaha makanan memiliki struktur dan format tertentu agar dilirik oleh pemberi modal. Pada proposal usaha ini, kamu akan melihat rincian kegiatan yang akan dilakukan, dan juga biasanya terdapat rincian mengenai dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (19/1/2021) tentang proposal usaha makanan.

Cara Membuat Proposal Usaha Makanan (Pendahuluan, Profil, dan Struktur Organisasi)

Ilustrasi Menulis Proposal Credit: pexels.com/Kaboompics
Ilustrasi Menulis Proposal Credit: pexels.com/Kaboompics

Kamu tentunya harus mengenali struktur dan cara membuat proposal usaha makanan yang benar. Berikut cara membuat proposal usaha makanan yang bisa kamu ikuti:

1. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan ini, merupakan bagian pengenalan. Jadi kamu sebisa mungkin menguraikan bagaimana latar belakang usaha yang akan kamu dirikan. Selain itu, kamu juga perlu menuliskan visi dan juga misi dari usaha yang akan kamu dirikan.

2. Profil badan usaha

Dalam profil badan usaha ini kamu perlu menuliskan jenis usaha, nama perusahaan serta lokasi usaha.

- Jenis Usaha: Kamu bisa menjelaskan jenis usaha yang akan kamu dirikan pada bagian ini. Namun yang perlu kamu ketahui, saat menuliskan jenis usaha kamu harus menuliskannya dengan singkat, padat dan juga jelas. Kamu bisa menggambarkan bagaimana jenis usaha yang akan kamu buat bentuk listing ataupun juga dengan uraian.

- Nama perusahaan: Memilih nama perusahaan ini akan menjadi brand pada produk yang kamu hasilkan. Sehingga lebih untuk memilih nama perusahaan yang mudah diingat oleh calon pelanggan kamu. Kamu bisa memilih nama perusahaan yang simpel dan juga unik, kemudian jelaskan pula mengama mengambil nama tersebut pada proposal ini.

- Lokasi: Pemilihan lokasi bagi perusahaan atau sebuah usaha merupakan hal yang penting juga. Karena lokasi yang tepat bisa mendukung bagaimana usaha yang kamu jalani berjalan. Kamu bisa menuliskan alamat lokasi tempat kamu mendirikan usaha. Selain itu kamu juga bisa membuat denah ataupun peta agar memudahkan calon investor melihat situasi lokasi yang kamu pilih.

3. Struktur organisasi perusahaan

Jika usaha yang kamu buat telah memiliki sistem menajerial yang baik, maka kamu bisa menuliskan pemilik usaha, pengelola, marketing, dan lain sebagainya.

Namun meski pun sistem manajerial perusahaan kamu belum berjalan dengan baik, kamu tetap perlu menuliskannya. Karena bagaimanapun calon investor tetap perlu mengetahui siapa pemilik dari perusahaan tersebut atau sistem apa yang dimiliki. Apakah sistem kerjasama franchise atau milik pribadi.

Cara Membuat Proposal Usaha Makanan (Penjelasan Produk, Target Pasar, dan Strategi Pemasaran)

Proposal (Image by mohamed Hassan from Pixabay)
Proposal (Image by mohamed Hassan from Pixabay)

Berikut cara membuat proposal usaha makanan selanjutnya:

4. Produk Usaha

Pada bagian ini kamu perlu menuliskan jenis produk, pembuatan produk serta keunggulan dari produk yang kamu miliki.

- Jenis produk: Jika kamu tidak mengetahui atau memiliki produk apa yang akan kamu pasarkan, tentu saja usaha yang akan kamu jalankan tidak bisa dilakukan. Maka dari itu, kamu perlu menyebutkan dan juga menjelaskan jenis produk apa yang akan kamu pasarkan.

- Pembuatan produk: Pada tahap ini sebaiknya kamu menjelaskan secara rinci bagaimana cara pembuatan produk yang dihasilkan dari perusahaan kamu.

- Keunggulan produk: Tentu saja setiap produk yang akan dijual harus memiliki keunggulan dari merek lainnya. Untuk ini menuliskan keunggulan produk dari perusahaan kamu di bandingkan dengan perusahaan lain pun perlu kamu lakukan.

5. Target Pasar

Dalam sebuah proposal, kamu juga perlu menuliskan target pasar yang akan kamu buat. Seperti daerah mana, umur dan juga kelas mana yang menjadi sasaran produk yang kamu produksi.

6. Promosi dan Pemasaran

Pada proposal kamu pun harus menjelaskan mengenai strategi promosi dan pemasaran apa yang akan kamu lakukan untuk menjual produk. Tentu saja promosi yang kamu lakukan nantinya harus bisa digunakan untuk mengambangkan usaha yang kamu jalani.

Cara Membuat Proposal Usaha Makanan (Laporan Keuangan, Penutup, dan Lampiran)

Ilustrasi Menyusun Proposal Credit: pexels.com/StartupStockPhoto
Ilustrasi Menyusun Proposal Credit: pexels.com/StartupStockPhoto

Berikut cara membuat proposal usaha makanan selanjutnya:

7. Laporan keuangan

Pada bagian laporan keuangan di proposal, kamu perlu menuliskan alokasi dana, perhitungan laba, serta perhitungan bagi hasil yang akan kamu lakukan. Tentu saja hal ini dilakukan secara realistis, karena semua usaha yang dibuat memiliki resiko masing-masing.

8. Penutup

Pada bagian penutup kamu bisa menuliskan kembali hal-hal yang meyakinan bagi para calon investor. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan doa serta harapan kamu atas proposal yang diajukan. Serta tak lupa untuk mengucapkan terima kasih karena calon investor tersebuut bersedia membaca proposal yang kamu buat.

9. Lampiran

Beberapa hal perlu dilampirkan pada saat mengajukan proposal. Hal ini dilakukan untuk mendukung dan meyakinkan atas proposal yang kamu buat. Beberapa dokumen pendukung yang bisa kamu siapkan ialah biodata pemilik usaha, surat izin usaha, surat perjanjian usaha, serta sertifikat usaha.