Prosedur Sertifikasi Halal MUI dan Cara Cek Halal Terbaru 2021

·Bacaan 9 menit
Prosedur Sertifikasi Halal MUI dan Cara Cek Halal Terbaru 2021
Prosedur Sertifikasi Halal MUI dan Cara Cek Halal Terbaru 2021

RumahCom – Label halal MUI menjadi satu aspek utama yang menjadi prioritas mayoritas umat muslim di Indonesia. Khususnya ketika membeli produk makanan dan minuman untuk dikonsumsi. Ketidakhadirannya label halal MUI dalam satu produk, menyebabkan produk tersebut menjadi bersifat syubhat yakni perkara samar tentang kehalalan atau keharaman dari sesuatu.

Melansir laman Halal MUI, label atau sertifikat halal merupakan fatwa tertulis yang diterbitkan oleh MUI untuk produk yang telah dinyatakan halal setelah melalui proses pendaftaran, audit, dan rapat Komisi Fatwa MUI. Produk yang dapat diterbitkan sertifikat halal MUI diantaranya produk pangan, obat-obatan, kosmetik, sampai barang gunaan (bahan kimia, sabun, detergen, kulit, filter air).

Produk yang telah dinyatakan halal tentunya sudah melewati pengujian Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). LPPOM MUI merupakan lembaga independen yang bertugas melakukan proses sertifikasi halal, mulai dari pendaftaran, pengumpulan dokumen, audit, sampai pembuatan laporan sebelum ditentukan status kehalalan bahannya oleh Komisi Fatwa.

  1. Kriteria Sistem Jaminan Halal MUI
    1. Kebijakan Halal
    2. Tim Manajemen Halal
    3. Pelatihan
    4. Bahan
    5. Fasilitas Produksi
    6. Produk
    7. Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis
    8. Kemampuan Telusur
    9. Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria
    10. Audit Internal
    11. Kaji Ulang Manajemen

  2. Prosedur Pendaftaran Sertifikasi Halal MUI

  3. Cara Cek Halal MUI
    1. Cek Halal MUI Melalui Situs LPPOM MUI
    2. Cek Halal MUI Melalui Aplikasi Halal MUI

  4. Batas Waktu Pemberlakuan Sertifikasi Halal MUI

Cara Beli Rumah Halal dan Berkah
Cara Beli Rumah Halal dan Berkah

Tips Rumah Dan Apartemen

Cara Beli Rumah Halal dan Berkah

1. Kriteria Sistem Jaminan Halal MUI

Sertifikat halal merupakan fatwa tertulis yang diterbitkan oleh MUI untuk produk yang telah dinyatakan halal. Sumber: Unsplash
Sertifikat halal merupakan fatwa tertulis yang diterbitkan oleh MUI untuk produk yang telah dinyatakan halal. Sumber: Unsplash

Sertifikat halal merupakan fatwa tertulis yang diterbitkan oleh MUI untuk produk yang telah dinyatakan halal. Sumber: Unsplash

Keuntungan utama memiliki sertifikat halal adalah produk akan memiliki banyak keunggulan kompetitif. Sertifikat halal dapat jaminan bahwa produk tertentu telah dikaji secara menyeluruh, tidak adanya kontaminasi bahan non halal dan najis, sehingga sesuai dengan hukum syariah Islam. Oleh karena itu, terpampangnya logo dan sertifikat halal secara legal mampu meyakinkan umat muslim untuk mengonsumsi produk tersebut.

Lalu, apa saja kriteria sistem jaminan halal MUI? Berikut 11 kriterianya berdasarkan ketetapan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

1. Kebijakan Halal

Kebijakan halal adalah komitmen tertulis untuk menghasilkan produk halal secara konsisten. Kebijakan halal harus ditetapkan dan didiseminasikan kepada pihak yang berkepentingan.

2. Tim Manajemen Halal

Tim manajemen halal adalah sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, implementasi, evaluasi dan perbaikan sistem jaminan halal di perusahaan. Manajemen puncak harus menetapkan tim manajemen halal dengan disertai bukti tertulis.

3. Pelatihan

Pelatihan adalah kegiatan peningkatan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap (attitude) untuk mencapai tingkat kompetensi yang diinginkan. Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis pelaksanaan pelatihan. Pelatihan eksternal harus diikuti setidaknya sekali dalam dua tahun. Pelatihan internal harus dilaksanakan setidaknya setahun sekali. Hasil pelatihan internal harus dievaluasi untuk memastikan kompetensi peserta pelatihan.

4. Bahan

Bahan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahan tidak kritis dan bahan kritis. Bahan tidak kritis adalah bahan yang dicakup dalam Daftar Bahan Positif Halal. Daftarnya dapat dilihat langsung pada laman Halal MUI. Bahan kritis merupakan bahan di luar daftar bahan yang tercantum dan harus dilengkapi dengan dokumen pendukung yang cukup.

5. Fasilitas Produksi

Fasilitas produksi mencakup bangunan, ruangan, mesin dan peralatan utama serta peralatan pembantu yang digunakan untuk menghasilkan produk. Ada ketentuan terkait fasilitas produksi, diantaranya spesifik untuk industri olahan pangan, obat-obatan dan kosmetika, serta rumah potong hewan.

Kemudian pada industri restoran/katering/dapur, ketentuannya adalah harus bersifat halal dedicated facility baik dari segi outlet, fasilitas pendingin (chiller/refrigerator dan freezer) di dapur atau di gudang di luar outlet yang digunakan untuk menyimpan daging atau produk olahannya, serta alat transportasi daging dan produk olahannya.

Jika Anda ingin mengembangkan usaha rumahan, tidak ada salahnya mengajukan Sertifikasi Halal MUI untuk produk tersebut. Apabila Anda ingin mencari hunian syariah, inilah rumah di Depok status SHM yang bisa jadi referensinya.

6. Produk

Produk yang didaftarkan dapat berupa produk retail, non retail, produk akhir atau produk antara (intermediet). Karakteristik/profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram. Bentuk produk tidak menggunakan bentuk produk, bentuk kemasan atau label yang menggambarkan sifat erotis, vulgar atau porno.

7. Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis

Aktivitas kritis adalah aktivitas yang dapat mempengaruhi status kehalalan produk. Secara umum, aktivitas kritis mencakup:

  • penggunaan bahan baru untuk produk yang sudah disertifikasi

  • pembelian bahan

  • formulasi dan pengembangan produk

  • pemeriksaan bahan datang

  • produksi

  • pencucian fasilitas produksi

  • penyimpanan bahan dan produk

  • transportasi bahan dan produk

8. Kemampuan Telusur

Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis yang menjamin ketertelusuran produk yang disertifikasi, yang menjamin produk tersebut dapat ditelusuri berasal dari bahan yang disetujui LPPOM MUI dan diproduksi di fasilitas yang memenuhi kriteria fasilitas.

9. Penanganan Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria

Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis menangani produk yang tidak memenuhi kriteria, yang menjamin produk yang tidak memenuhi kriteria tidak diproses ulang atau di-downgrade dan harus dimusnahkan atau tidak dijual ke konsumen yang membutuhkan produk halal. Jika produk sudah terlanjur dijual, maka produk harus ditarik.

Baca juga: Panduan Lengkap Perumahan Syariah Anti Bodong

10. Audit Internal

Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis audit internal pelaksanaan Sistem Jaminan Halal (SJH). Audit internal harus dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun. Jika ditemukan kelemahan (tidak terpenuhinya kriteria) dalam audit internal, maka perusahaan harus mengidentifikasi akar penyebabnya dan melakukan perbaikan.

11. Kaji Ulang Manajemen

Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis kaji ulang manajemen. Kaji ulang manajemen harus dilakukan setidaknya sekali dalam setahun.

2. Prosedur Pendaftaran Sertifikasi Halal MUI

Logo halal MUI sudah dikenal dan diakui oleh berbagai badan sertifikasi halal di dunia. Sumber: Pexels
Logo halal MUI sudah dikenal dan diakui oleh berbagai badan sertifikasi halal di dunia. Sumber: Pexels

Logo halal MUI sudah dikenal dan diakui oleh berbagai badan sertifikasi halal di dunia. Sumber: Pexels

Dalam Undang-Undang No.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, telah diatur bahwa setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal MUI, kecuali produk haram. Kategori "produk" pada undang-undang itu mencakup barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Perusahaan yang ingin memperoleh sertifikat halal MUI, baik industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika), rumah potong hewan (RPH), dan restoran/katering/dapur, harus melakukan pendaftaran Sertifikasi Halal dan memenuhi persyaratan Sertifikasi Halal. Merujuk laman Indonesia.go.id, berikut tahapan yang harus dilewati perusahaan untuk meraih Sertifikasi Halal MUI.

  • Memahami Persyaratan dan Mengikuti Pelatihan SJH

Perusahaan harus memahami persyaratan Sertifikasi Halal yang tercantum dalam HAS 23000. Selain itu, perusahaan juga harus mengikuti pelatihan SJH yang diadakan LPPOM MUI, baik berupa pelatihan reguler maupun pelatihan online (e-training).

  • Menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Perusahaan harus menerapkan SJH sebelum melakukan pendaftaran Sertifikasi Halal MUI, antara lain penetapan kebijakan halal, penetapan Tim Manajemen Halal, pembuatan Manual SJH, pelaksanaan pelatihan, penyiapan prosedur terkait SJH, pelaksanaan internal audit dan kaji ulang manajemen.

  • Menyiapkan Dokumen Sertifikasi Halal

Perusahaan harus menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk Sertifikasi Halal, antara lain daftar produk, daftar bahan dan dokumen bahan, daftar penyembelih (khusus RPH), matriks produk, manual SJH, diagram alur proses, daftar alamat fasilitas produksi, bukti sosialisasi kebijakan halal, bukti pelatihan internal, dan bukti audit internal.

  • Melakukan Pendaftaran Sertifikasi Halal

Pendaftaran Sertifikasi Halal dilakukan secara online di sistem Cerol melalui website www.e-lppommui.org. Perusahaan harus membaca user manual Cerol terlebih dahulu untuk memahami prosedur Sertifikasi Halal. Selanjutnya perusahaan harus melakukan upload data sertifikasi sampai selesai, baru dapat diproses oleh LPPOM MUI.

  • Melakukan Monitoring Pre-audit dan Pembayaran Akad Sertifikasi

Setelah melakukan upload data sertifikasi, perusahaan harus melakukan monitoring pre audit dan pembayaran akad sertifikasi. Monitoring pre audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil pre audit. Sementara pembayaran akad sertifikasi dilakukan dengan mengunduh akad di Cerol, membayar biaya akad dan menandatangani akad, untuk kemudian melakukan pembayaran di Cerol dan disetujui oleh Bendahara LPPOM MUI melalui email ke bendaharalppom@halalmui.org.

  • Pelaksanaan audit

Audit dapat dilaksanakan apabila perusahaan sudah lolos pre-audit dan akad sudah disetujui. Audit dilaksanakan di semua fasilitas yang berkaitan dengan produk yang disertifikasi.

Tip Rumah

Di Indonesia saat ini hanya ada satu logo halal yang diakui, yakni logo Halal MUI. Logo ini sudah dikenal dan diakui oleh berbagai badan setifikasi halal di dunia. Tepatnya ada 45 Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri (LSHLN) dari 26 negara yang telah diakui MUI. Semuanya terdiri dari 37 lembaga untuk kategori <em>slaughtering</em>, 40 lembaga untuk kategori <em>raw material</em>, dan 22 lembaga untuk kategori <em>flavor</em>.

  • Melakukan Monitoring Pasca-audit

Setelah melakukan upload data sertifikasi, perusahaan harus melakukan monitoring pasca-audit. Monitoring pasca-audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil audit, dan jika terdapat ketidaksesuaian agar dilakukan perbaikan.

  • Memperoleh Sertifikat halal

Perusahaan dapat mengunduh sertifikat halal dalam bentuk softcopy di Cerol. Sertifikat halal yang asli dapat diambil di kantor LPPOM MUI Jakarta dan dapat juga dikirim ke alamat perusahaan.

3. Cara Cek Halal MUI

Dari aplikasi Halal MUI masyarakat bisa dengan mudah mencari produk halal. Unsplash
Dari aplikasi Halal MUI masyarakat bisa dengan mudah mencari produk halal. Unsplash

Dari aplikasi Halal MUI masyarakat bisa dengan mudah mencari produk halal. Unsplash

Di Indonesia saat ini hanya ada satu logo halal yang diakui, yakni logo Halal MUI. Logo ini sudah dikenal dan diakui oleh berbagai badan sertifikasi halal di dunia. Tepatnya ada 45 Lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri (LSHLN) dari 26 negara yang telah diakui MUI. Semuanya terdiri dari 37 lembaga untuk kategori slaughtering, 40 lembaga untuk kategori raw material, dan 22 lembaga untuk kategori flavor.

Nah, bagi masyarakat yang ingin mengetahui maupun memastikan apakah produk yang diincar berstatus halal MUI atau tidak, begini cara mengeceknya sendiri.

1. Cek Halal MUI Melalui Situs LPPOM MUI

Cara pertama adalah kunjungi langsung situs LPPOM MUI di www.halalmui.org/mui14/searchproduk/search/. Lewat laman ini, masyarakat bisa mencari produk berdasarkan nama produk, nama produsen, maupun nomor sertifikat. Kemudian klik tombol cari untuk melihat hasilnya.

2. Cek Halal MUI Melalui Aplikasi Halal MUI

Cara kedua adalah mengunduh aplikasi “Halal MUI” di PlayStore maupun AppStore. Dari aplikasi ini, masyarakat bisa dengan mudah mencari produk halal berdasarkan nama, produsen, nomor sertifikat atau barcode produk (scan barcode menggunakan kamera). Masyarakat juga bisa menemukan daftar produk halal MUI, mengikuti update kegiatan LPPOM MUI, hingga melakukan pendaftaran CEROL untuk mengajukan Sertifikasi Halal.

4. Batas Waktu Pemberlakuan Sertifikasi Halal MUI

Masa berlaku sertifikat halal berlaku selama 2 (dua) tahun dan harus diresertifikasi. Sumber: Pexels
Masa berlaku sertifikat halal berlaku selama 2 (dua) tahun dan harus diresertifikasi. Sumber: Pexels

Masa berlaku sertifikat halal berlaku selama 2 (dua) tahun dan harus diresertifikasi. Sumber: Pexels

Sertifikasi Halal pada produk pangan, obat-obatan, kosmetika dan produk lainnya dilakukan untuk memberikan kepastian status kehalalan, sehingga dapat menenteramkan batin konsumen dalam mengonsumsinya. Kesinambungan proses produksi halal dijamin oleh produsen dengan cara menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH).

Menurut keterangan Majelis Ulama Indonesia, masa berlaku sertifikat halal berlaku selama 2 (dua) tahun dan harus diresertifikasi (perpanjangan) kurang lebih 3 bulan sebelum masa berlaku habis. Sebagai informasi tambahan, untuk mengajukan Sertifikasi Halal MUI dikenakan biaya. Untuk mengetahui perkiraan biayanya, dapat ditanyakan kepada bendahara LPPOM MUI melalui email bendaharalppom@halalmui.org dengan menginformasikan jenis, jumlah, dan lokasi produk diproduksi.

Ingin cicilan rumah cepat selesai? Nonton jawabannya di video berikut ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel