Proses Fotosintesis Tanaman, Ketahui Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Proses fotosintesis dapat secara alami terjadi pada tanaman, ganggang, serta beberapa jenis bakteri. Tapi, proses fotosintesis pada dasarnya tidak hanya bermanfaat bagi tanam-tanaman saja. Secara tidak langsung proses fotosintesis juga dapat membantu kehidupan seluruh makhluk yang ada di bumi, termasuk manusia.

Organisme yang melakukan fotosintesis dapat menghasilkan makanannya sendiri, yang disebut dengan fotoautotrof. Organisme ini, terutama tanaman, mampu mengubah karbon dioksida jadi sebuah senyawa organik dengan menggunakan energi yang diambil dari cahaya matahari.

Adanya proses ini dikenal sebagai proses fiksasi karbon, karena proses ini menghasilkan beberapa senyawa karbon yang mengandung energi kimia dan dapat digunakan untuk perkembangan sel.

Dengan begitu bisa disimpulkan, proses fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan seperti karbohidrat yang dilakukan oleh tanaman, terutama tanaman yang mengandung zat hijau daun atau klorofil.

Lantas, bagaimana tiap detail dari proses fotosintesis pada tanaman, serta faktor apa saja yang memengaruhi proses fotosintesis tersebut? Berikut Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai proses fotosintesis tersebut, Kamis (4/2/2021).

Proses Fotosintesis

(sumber: pixabay)
(sumber: pixabay)

1. Karbon dioksida yang ada di udara masuk ke daun tanaman melalui stomata.

2. Air masuk ke daun, melalui akar tanaman. Air yang masuk melalui akar tanaman kemudian disalurkan ke daun melalui batang.

3. Ketika sinar matahari jatuh ke permukaan daun, klorofil menangkap energi dari dari cahaya tersebut. Klorofil adalah pigmen hijau yang terdapat di daun tanaman.

4. Energi tersebut akan digunakan untuk mengubah air menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen kemudian digabungkan dengan karbon dioksida untuk menghasilkan makanan bagi tanaman tersebut. Sedangkan oksigen dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata.

Rumus dari proses fotosintesis:

6CO2 + 6H2O + Cahaya Matahari ----> C6H12O6 + 6O2

CO2 = karbon dioksida

H2O = air

C6H12O6 = glukosa

O2 = oksigen

Apa Manfaat dari Proses Fotosintesis?

Ilustrasi bernapas (sumber: Pixabay)
Ilustrasi bernapas (sumber: Pixabay)

Proses fotosintesis dapat menghasilkan oksigen. Tentunya oksigen sangat manusia butuhkan agar bisa bernapas dan melangsungkan kehidupan. Tidak hanya oksigen, cadangan glukosa yang ada di dalam tanaman yang mana berupa buah serta umbi-umbian, juga bisa menyediakan nutrisi yang bisa dikonsumsi manusia.

Kemudian, adanya daun dan buah yang asalnya dari tanaman, juga bisa menyediakan makanan bagi hewan yang tergolong pemakan tanaman atau herbivora. Kemudian herbivora akan menjadi makanan untuk hewan lain dari jenis pemakan daging atau karnivora.

Dengan kata lain, kelangsungan hidup seluruh makhluk di Bumi, sangat bergantung pada berjalannya proses fotosintesis. Terutama dari segi rantai makanan makhluk hidup yang ada di Bumi.

Keunikan Proses Fotosintesis

Ilustrasi kaktus. (dok. Unsplash/Novi Thedora)
Ilustrasi kaktus. (dok. Unsplash/Novi Thedora)

Mengingat proses fotosintesis sangat penting untuk menjaga kehidupan di Bumi, serta menjadi sumber utama energi makhluk hidup. Karbohidrat yang asalnya dari proses fotosintesis diperlukan untuk pertanaman serta perkembangan baik itu tanaman maupun hewan.

Dengan proses fotosintesis, maka bertanggung jawab dalam menjaga kadar oksigen di bumi. Oksigen sendiri sangat penting untuk kelangsungan hidup berbagai makhluk, salah satunya manusia. Oksigen sendiri adalah produk sampingan dari fotosintesis.

Adanya tanaman hijau juga membantu untuk menyeimbangkan suhu global, serta menyerap karbon dioksida yang berlebihan di Bumi ketika sedang melakukan proses fotosintesis.

Tapi, ada keunikan yang terjadi pada saat proses fotosintesis. Terutama dari jenis tanaman serta di mana tanaman tersebut tumbuh. Berikut ulasannya:

Tanaman di daerah kering

Ternyata untuk mengatasi udara yang sangat panas, kering, gurun serta jarang air. Tanaman seperti kaktus dan nanas yang hidup di kondisi sangat panas, daerah kering seperti gurun. Dapat dengan aman membuka stomata mereka ketika malam hari, tepatnya saat cuaca dingin.

Ketika malam hari saat membuka stomata, tanaman tersebut mengambil karbon dioksida. Mereka menggabungkan karbon dioksida ke dalam berbagai senyawa organik untuk menyimpannya. Pada siang hari, ketika reaksi terang terjadi dan Adenosina Trifosfat (ATP) tersedia (tapi stomata harus tetap tertutup), mereka akan mengambil karbon dioksida dari senyawa organik dan memasukkannya ke dalam siklus Calvin. Tanaman ini disebut Crassulacean Acid Metabolism (CAM).

Tanaman di daerah ekstrem dan yang tidak berfotosintesis

Selain di keadaan panas dan kering, ada juga tanaman yang bisa bertahan hidup dalam dingin, daerah lembap, namun dengan sinar matahari yang cukup. Perbedaan iklim dan ekosistem akhirnya menyebabkan aneka ragamnya proses fotosintesis pada tanaman. Ada pun jenis fotosintesis ini adalah C3, C4 dan CAM fotosintesis.

Tanaman melakukan fotosintesis karena menghasilkan makanan serta energi yang mereka butuhkan untuk pertanaman dan juga respirasi seluler. Kendati demikian, tidak semua tanaman melakukan proses fotosintesis. Beberapa di antaranya adalah parasit dan hanya menempel pada tanaman lain.

Tanaman yang melakukan proses fotosintesis, maka akan membutuhkan energi cahaya dari matahari, air, serta karbon dioksida. Air diserap dari tanah ke dalam sel rambut akar. Air melewati sistem akar ke pembuluh xilem di batang hingga mencapai daun. Karbon dioksida diserap dari atmosfer melalui pori-pori pada daun yang disebut stomata. Serta bagian daun juga mengandung kloroplas yang mengandung klorofil. Kemudian, energi matahari ditangkap oleh klorofil.