Proses Pencernaan Makanan Ternyata Tidak Sederhana, Simak Penjelasan Ahli

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kebanyakan orang tidak benar-benar tahu bagaimana proses yang terjadi setelah makanan masuk ke dalam mulut. Padahal sistem pencernaan secara keseluruhan terdiri dari banyaknya bagian yang kompleks dan akan berbeda pada setiap orang.

"Secara umum, dibutuhkan dua hingga lima hari bagi seseorang untuk mencerna makanan. Ini akan bervariasi pada setiap orang," ujar ahli gastroenterologi NYU Langone, Rabia De Latour dikutip Health, Selasa (14/9/21).

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) mengungkapkan, gigi bukanlah satu-satunya bagian tubuh yang memproses makanan ketika mengunyah. Ternyata kelenjar ludah juga memiliki fungsi yang cukup penting.

Selama proses pencernaan makanan, air liur berfungsi sebagai cairan yang melembabkan makanan. Sehingga makanan bisa lebih mudah untuk melewati tenggorokan manusia saat menelan.

Tak berhenti disitu, makanan akan bertemu dengan sfingter esofagus, sebuah cincin otot yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Otot perut kemudian akan mencampur makanan yang dicerna dengan cairan pencernaan.

Kelenjar yang terletak di lapisan perut juga akan menghasilkan enzim dan asam lambung yang membantu makanan agar bisa dipecah lebih lanjut. Selanjutnya, makanan pun akan melewati usus besar dan kecil.

Pada usus kecil, nutrisi dan air yang dicerna akan diserap ke dalam aliran darah. Sedangkan dalam usus besar, limbah cair akan diubah menjadi tinja, yang dipindahkan ke rektum, yang akan menyimpan tinja hingga terdorong keluar saat buang air besar.

Pengaruh jenis makanan

Banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pencernaan makanan dalam tubuh. Salah satunya dipengaruhi oleh jenis makanan yang diserap.

"Makanan berserat tinggi dapat mempercepat proses pencernaan Anda. Makanan sederhana atau bukan olahan juga lebih mudah dicerna karena lebih sulit bagi tubuh untuk memecah kandungan kimia dalam makanan olahan," ujar Rabia.

Ahli gastroenterologi di Cleveland Clinic Christine Lee juga menjelaskan, makanan yang berprotein tinggi akan memakan waktu lebih lama untuk diproses. Terlebih, sistem pencernaan juga akan melambat seiring bertambahnya usia.

Infografis

Infografis Alasan Makan Bersama Berisiko Tinggi Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Alasan Makan Bersama Berisiko Tinggi Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel