Proses Tanazul Diprioritaskan untuk Jemaah Sakit, Dipulangkan Lebih Awal ke Tanah Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang jemaah haji bisa dilakukan tanazul jika sakit dan mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Tanazul adalah jemaah yang pulang ke Tanah Air tidak bersama jadwal kloternya karena alasan tertentu termasuk sakit.

"Kami memberikan prioritas pada jemaah sakit yang harus dipulangkan," kata Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), Arsad Hidayat, kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022 di kantor Daker Madinah, Arab Saudi.

Seorang jemaah yang menjalani proses tanazul akan dikonsultasikan pada bidang pelayanan dan kepulangan agar berkoordinasi dengan maskapai untuk ketersediaan tempat duduk di pesawat.

"Kita prioritaskan segera pulang ke Tanah Air untuk mendapatkan perawatan berikutnya di Tanah Air," ujar dia.

Jumlah Jemaah Dievakuasi

Terpisah Kepala KKHI Madinah, dr Enny Nuryanti mengatakan, pada fase gelombang kedua, total 13 jemaah dilakukan evakuasi dan tanazul sampai dengan tanggal 2 Agustus kemarin.

"Evakuasi dan tanazul ini sudah hari keempat total 13 orang. Sebanyak 11 jemaah dan dua pendamping," kata Enny.

Sebanyak tujuh dari sebelas jemaah sakit yang dinyatakan sudah layak terbang menjalani proses evakuasi dari KKHI langsung ke Bandara AMMA, Madinah, untuk selanjutnya dipulangkan ke Tanah Air. Sedangkan empat jemaah di antaranya adalah jemaah tanazul. Kala itu, mereka masih harus menjalani perawatan sementara kloter sudah dipulangkan ke Tanah Air dari Bandara King Abdulaziz Jeddah.

"Empat yang tanazul memang pindah kloter, memang mereka sudah direncakan dari makkah, jadi kita lanjutkan rencana pengajuan tanazul dari Makkah dan mungkin kemarin enggak dapat penerbangan dari Jeddah dapatnya saat di Madinah ini," jelas Enny.

Dia menambahkan, seorang jemaah yang tanazul bisa diajukan lewat keinginan pribadi, kloter dan pihak rumah sakit. Dipastikan, jemaah sakit yang dilakukan tanazul adalah mereka yang sebelumnya dirawat di KKHI atau RS Arab Saudi. Jemaah juga sudah sembuh dan layak terbang.

"Maka kloternya bisa ajakan tanazul untuk dipulangkan cepat, biasanya sebenarnya ini tanazul awal itu kloternya saat di Makkah diharapkan tidak perlu ke Madinah, Mereka ajukan supaya lebih cepat pulang," ujar dia.

Selama di pesawat, jemaah tersebut akan ditemani petugas kesehatan kloter yang dilengkapi obat-obatan.

"Jemaah tanazul kemarin diagnosanya paling banyak paru dan jantung," tutup Enny. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel