Protein Hewani Harus Ada dalam Menu MPASI untuk Cegah Stunting, Berapa Banyak?

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Memasuki usia di atas enam bulan, umumnya seorang bayi mulai dikenalkan dengan berbagai jenis makanan dalam MPASI atau Makanan Pendamping ASI. MPASI sendiri bisa dibuat dengan bahan-bahan makanan yang sehat untuk mendukung proses tumbuh kembang bayi sekaligus mengenalkannya pada berbagai jenis makanan.

Untuk membuat MPASI, ibu tidak hanya memperhatikan menu apa saja yang ingin dibuat, melainkan kecukupan gizi pada MPASI. Hal ini dilakukan untuk mencegah stunting pada anak.

TERKAIT: Ketahui Panduan Membuat MPASI yang Benar, Sehat, dan Praktis

TERKAIT: Kaya akan Nutrisi, Berikut 5 Manfaat Kentang dan Cara Pengolahannya Sebagai MPASI

TERKAIT: 6 Tips Sukses MPASI Perdana untuk Meningkatkan Imunitas Bayi

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi dalam kurun waktu yang lama. Dalam penelitian di Afrika, anak yang memiliki pola makan vegan atau tidak mengonsumsi sama sekali produk hewani dengan anak yang konsumsi produk hewani menunjukkan bahwa anak yang konsumsi produk hewani memiliki tubuh yang lebih tinggi.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Damayanti Rusli Sjarif, kondisi ini tidak berarti bayi tidak boleh diberikan protein nabati. Protein nabati tetap boleh diberikan untuk bayi.

Pilihan protein hewani dalam MPASI

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Top Photo Engineer
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Top Photo Engineer

Namun untuk mencegah stunting pada anak, protein nabati sebaiknya tidak dihitung sebagai asupan protein. Sebab, asupan protein pada nabati tidak sebaik protein hewani. Sehingga sulit untuk mengatasi stunting jika asupan protein hanya berasal dari protein nabati.

Protein nabati tidak memiliki asam amino yang lengkap dan dibutuhkan oleh anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.

Ada beberapa sumber protein hewani yang bisa pilihan ibu dalam menu MPASI harian anak. Misalnya seperti daging ayam yang memiliki kandungan protein, zat besi, magnesium, vitamin, dan fosfor pada daging ayam. Kandungan ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tubuh anak.

Sebagai alternatif, ibu bisa mencoba memasukkan ikan dalam menu MPASI. Ikan merupakan makanan tinggi protein yang kaya akan manfaat namun harganya lebih terjangkau dibandingkan daging ayam dan daging sapi.

Harus diberikan secara bertahap

Ikan sendiri memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang mampu mengoptimalkan perkembangan otak anak pada masa emas pertumbuhannya.

Jika bosan dengan daging ayam, ibu juga mencoba memasukkan telur ke dalam menu MPASI anak. Telur sendiri memiliki nutrisi yang lengkap untuk anak-anak hingga orang dewasa. Dalam satu butir telur, terdapat 75 kalori, 7 gram protein tinggi, zat besi, lemak, dan vitamin.

Dalam pemberian MPASI harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia bayi. Bisa dimulai dengan makanan yang bertekstur lunak, seperti bubur susu, lalu bubur saring, nasi lembek, nasi tim, hingga padat.

Simak video berikut ini

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel