Protein Mahkota Virus Corona Bisa Rusak Sel Otot Jantung

Merdeka.com - Merdeka.com - Protein mahkota yang berada di permukaan virus corona yang digunakan untuk memasuki sel manusia bisa merusak sel otot jantung, menurut penelitian terbaru.

Para peneliti menyampaikan dalam presentasinya di American Heart Association's Basic Cardiovascular Sciences Scientific Sessions 2022, protein mahkota tersebut berinteraksi dengan protein lainnya di dalam miosit atau otot jantung yang menyebabkan peradangan.

Dalam uji coba dengan jantung tikus, membandingkan efek protein mahkota virus SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) dan protein mahkota dari virus corona lain yang tidak begitu merusak, peneliti menemukan hanya mahkota protein SARS-CoV-2 yang menyebabkan disfungsi atau gagal jantung, pembesaran dan peradangan jantung.

Lebih jauh, para peneliti menemukan dalam sel otot jantung yang terinfeksi, hanya mahkota protein SARS-CoV-2 yang berinteraksi dengan protein TLR4 (reseptor seperti Toll-4) yang mengenali penyerbu dan memicu respons inflamasi atau peradangan.

Pada pasien yang meninggal karena inflamasi Covid-19, para peneliti menemukan protein mahkota SARS-CoV-2 dan protein TLR4 dalam sel otot jantung dan jenis sel lainnya. Kedua protein mahkota itu tidak ditemukan dalam biopsi jantung manusia yang sehat.

"Itu artinya ketika jantung terinfeksi SARS-CoV-2, jantung akan mengaktifkan penandaan TLR4," jelas Zhiqiang Lin dari Institut Penelitian Kedokteran Masonic di New York, dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters.

"Kami menyajikan bukti langsung bahwa protein mahkota itu berbahaya bagi sel otot jantung dan mempersempit mekanisme dasarnya karena protein mahkota secara langsung memicu radang sel-sel otot jantung," jelasnya.

"Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan di laboratorium saya untuk menguji apakah dan bagaimana protein mahkota membunuh sel otot jantung." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel