Protemus Capital perkuat kapasitas garap potensi merger dan akuisisi

Protemus Capital memperkuat kapasitasnya dalam menggarap potensi merger dan akuisisi (M&A) dengan bergabung ke dalam Geneva Capital Group (GCG) Global Network, sebuah jaringan penasihat merger dan akusisi dan investment banking.

GCG Global Network sendiri berada di 63 lokasi di seluruh dunia dan telah membukukan lebih dari 4.500 transaksi dengan nilai sekitar 64,6 milliar dolar AS.

"Bergabungnya Protemus Capital ke dalam jaringan Geneva Capital Group (GCG) akan memperkuat kapasitas kami dalam menggarap potensi M&A terutama atas investor internasional. Kami percaya bahwa potensi M&A masih akan terus bertumbuh di tengah kondisi pandemic sekalipun," kata Chief Executive Officer (CEO) Protemus Capital Wiljadi Tan dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Wiljadi Tan menyampaikan, Protemus Capital fokus menangani transaksi M&A dengan nilai antara 50 – 60 juta dolar AS, meskipun ada beberapa transaksi yang memiliki nilai lebih kecil dari kisaran tersebut.

Beberapa bulan lalu, Protemus Capital bersama salah satu aliansi di Surabaya, baru saja menyelesaikan transaksi M&A berupa exit strategy pada perusahaan pabrik keramik.

Perusahaan tersebut diakuisisi oleh sebuah grup usaha yang memiliki lini bisnis utama dalam produksi building materials dan telah memiliki beberapa perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Protemus juga tengah membantu sebuah perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang infrastruktur Fiber Optic (FO) dalam divestasi aset dan bisnisnya kepada salah satu anak usaha dari perusahaan publik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Nilai transaksi tersebut sebesar Rp801 milliar untuk 10.745 km tertagih.

Protemus juga aktif memberikan advis bagi perusahaan multinasional yang ingin menembus pasar Indonesia. Saat ini Protemus sedang membantu sebuah perusahaan multinasional dari Eropa atas acquisition strategy ke pasar telematik di Indonesia.

Protemus memberikan advis end-to-end mulai gambaran pasar telematics, pemain yang ada, dinamika persaingan, tren ke depan termasuk perspektif legal dan pajak atas transaksi akuisisi di Indonesia

Adapun GCG global networks yang terdiri dari penasihat M&A dan investment banking yang merupakan anggota di beberapa negara juga sangat aktif memberikan advis atas transaksi M&A antar negara.

Selama enam bulan pertama 2022, GCG telah menyelesaikan 115 transaksi dengan nilai 1,2 milliar dolar AS yang mencakup 18 negara dan 20 sektor industri.

GCG merupakan divisi M&A dari sebuah organisasi global yang bernama Geneva Group International (GGI), sebuah asosiasi profesi multi-disiplin yang terdiri dari 600 firma akuntansi, pengacara dan konsultan di 126 negara.

Sementara itu, CEO GCG Asia Pasifik Peter Kaeser menyambut baik bergabungnya Protemus Capital ke dalam jaringan Geneva Capital Group (GCG) Global Network.

"Kami sangat optimistis dengan potensi pasar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di atas 5 persen per tahun. Dengan bergabungnya Protemus Capital, para investor dan klien mancanegara dari GCG dan GGI akan dapat melihat potensi M&A di Indonesia," ujar Kaeser.

Baca juga: OJK ingatkan "influencer" tak sembarang beri nasihat investasi
Baca juga: Pemerintah proyeksi perlu investasi 1.100 miliar dolar capai NZE 2060
Baca juga: Studi CELIOS: Kehadiran aplikasi multi aset dukung investasi ritel RI