Protes banjir, warga Duren Sawit bangun tanggul di jalan lingkungan

·Bacaan 2 menit

Warga RW 10 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, membangun tanggul beton di Jalan Teluk Tomini A1 perbatasan RT 09 dan RT 13 sebagai bentuk protes kepada pemkot terkait masalah banjir.

Petugas keamanan setempat, Alex mengatakan bahwa tanggul dengan tinggi sekitar 50 sentimeter dibangun sekitar dua pekan lalu untuk mengatasi masalah banjir dari luapan saluran penghubung (Phb).

"Untuk mencegah agar banjirnya tidak terlalu meluap ke sini (RT 09). Setiap hujan banjir, karena air kiriman dari tempat lain larinya ke sini, karena ini rendah," kata Alex di Jakarta, Kamis.

Alex menambahkan bahwa kontur tanah RT 09 memang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya, sehingga saat saluran air meluap limpahan mengalir ke permukiman warga RT 09.

Dia mengatakan bahwa pembuatan tanggul itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemkot Jakarta Timur atas masalah banjir luapan saluran penghubung di permukiman warga RT 09.

Meski demikian, warga setempat mengakui bahwa pembangunan tanggul tersebut menyalahi aturan karena berada di jalan lingkungan, dan tidak menyelesaikan masalah dalam jangka panjang.

"Kalau enggak begini air enggak bakal kelar. Lagian enggak ada solusinya. Biarin begini, biar ada solusinya, biar orang ramai. Maksudnya tembok ini dibuat biar ada perhatian dari atas (pejabat)," ujar Alex.

Dia mengatakan hasil pembangunan tanggul dirasa cukup efektif, karena pada Rabu (12/1) saat hujan deras turun permukiman warga RT 09 hanya terendam banjir dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.

Selain itu, jalan tersebut juga setiap harinya dipasang portal sehingga tak dapat dilalui kendaraan bermotor dan hanya dibuka pada saat tertentu seperti perayaan hari keagamaan.

Sementara itu, Lurah Pondok Bambu Asianti, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi dengan warga terkait pembangunan tanggul sepihak di Jalan Teluk Tomini A1.

Dia mengatakan terkait penyelesaian banjir luapan saluran penghubung di permukiman warga tersebut masih dalam pembahasan yang dilakukan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur.

"Kelurahan sudah mengkoordinasikan dengan pihak SDA. Saat ini kami masih menunggu hasil dari Kasatpel SDA Kecamatan Duren Sawit," kata Asianti.
Baca juga: BPBD Jakarta ingatkan potensi cuaca ekstrem pada Sabtu-Minggu
Baca juga: Pembebasan lahan selesai, Waduk Lebak Bulus siap dikerjakan
Baca juga: Pemkot Jakbar sulap rawa rawan banjir menjadi taman kota

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel