Protes Harga BBM Naik, Roy Bersimbah Darah Ikut Demo di Patung Kuda

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah ojek online (pengemudi ojek online) mulai berdatangan di kawasan patung kuda guna tuntutan menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak. Salah seorang dari anggota pengemudi ojek online tampak berkostum bersimbah darah.

Dari pantauan merdeka.com sejumlah pengunjuk rasa dari pengemudi ojek online mulai berdatangan sejak pukul 14.30 Wib di kawasan patung kuda. Tampak salah seorang pengemudi ojek online yang mengenakan baju putih compang camping yang bersimbah cairan mirip darah hadir di tengah-tengah kerumunan massa.

Roy orang berkostum bersimbah darah tersebut menjelaskan, kedatangannya sambil mengenakan kostum tersebut sebagai bentuk rasa kesulitan yang dialaminya.

"Justru berpenampilan kaya seperti kehidupan kami darah berdarah. Kita memang rapih, tapi kalau sudah di luar kita tuh sampai kaya gini sampai berasa sakit," ungkap Roy di lokasi demo, Jumat (9/9).

Menurutnya kenaikan harga BBM tersebut merupakan suatu musibah bagi para pengemudi ojek online. Pasalnya kenaikan BBM tersebut hanya akan menjadi beban selama pihaknya bekerja.

"Kita enggak minta muluk-muluk dari pemerintah setempat kita cuman pengen cari duit supaya gimana caranya kita uang sedikit tapi yang di rumah tersenyum," ungkapnya.

Aksi Demo tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) rupanya masih berlanjut hingga saat ini. Massa pengunjuk pada hari ini akan terpusat di tiga titik kawasan Jakarta Pusat.

"Ada beberapa kelompok elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya terkait BBM ini di DPR, Patung Kuda, dan LBH Menteng, Jakarta Pusat," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Jakarta, Jumat (9/9).

Kata Zulpan, pihaknya sudah menyiapkan personel untuk mengawal dan menjaga demo tolak kenaikan BBM pada hari ini.

"Untuk perkuatan dan pengamanan kita turunkan sebanyak 8.350 personel," tuturnya.

Untuk lalu lintas Zulpan mengungkapkan tidak penutupan selama demo berlangsung, namun penutupan tersebut akan bersifat situasional.

"Untuk penutupan lalu lintas melihat kondisi di lapangan," imbuhnya.

Kendati itu, Kabid Humas Polda Metro turut mengapresiasi massa yang telah berkoordinasi terkait aksi unjuk rasa ke kepolisian. Dirinya juga mengimbau agar masyarakat tertib dalam dalam penyampaian aksinya sesuai dengan undang - undang yang berlaku. [rhm]