Protes Harga Sembako Kian Mahal, Kaum Ibu Rumah Tangga Ikut Demo di Depan DPR

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah elemen masyarakat mulai memadati depan Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan. Mereka akan menggelar unjuk rasa siang ini.

Dikutip dari Antara, Kamis (21/4), pada pukul 13.35 WIB, massa tampak datang dari arah Palmerah ( Jakarta Barat) menuju depan gedung wakil rakyat. Mereka datang dengan berjalan kaki dari arah gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Beberapa mobil komando dilengkapi pengeras suara juga mengiringi langkah kaki massa.

Mereka berjalan dengan tertib hingga pembatas yang ditetapkan pihak Kepolisian di depan Gedung Parlemen RI itu. Hingga berita ini disiarkan, situasi unjuk rasa di lokasi tersebut masih kondusif.

Emak-Emak Ikut Demo

Di antara massa buruh, tampak sejumlah emak-emak turun ke jalan. Mereka membuat barisan sambil membentangkan spanduk dengan pelbagai tulisan sindiran untuk pemerintah.

Sekumpulan wanita kompak berjalan berjalan kaki dari Gedung TVRI menuju ke Gedung DPR/MPR. Mereka mengenakan kebaya. Dalam aksi ini, para emak-emak hendak menyuarakan keluhan dampak melambungnya harga kebutuhan pokok (sembako).

"Sembako mahal, apa-apa mahal. Yang murah cuma harga diri kita saja. Bener gak ibu-ibu," kata seorang wanita menggunakan pengeras suara.

Mereka juga sempat kesal merasa dipersulit oleh pihak kepolisian menuju depan Gedung DPR. Mereka dipaksa memutar melalui jalan Palmerah.

"Bapak-bapak saya ingin tanya kenapa bapak-bapak ini kerjain kami, kami gak bisa lewat jalan dari arah sana malah disuruh mutar-mutar," ucap wanita itu dengan nada kesal.

Sementara itu, situasi arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto mengarah ke Gedung DPR/MPR telah steril dari kendaraan. Water barrier raksasa disiagakan di lokasi guna memalangi Jalan Gatot Subroto. Petugas terlihat membentuk barikade di belakang water barrier mereka bersiaga di antara peserta aksi.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel