Protes pungutan kampus, Mahasiswa STIKes Helvetia demo

MERDEKA.COM. Seratusan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Helvetia, Jalan Kapten Sumarsono, Medan, menggelar unjuk rasa. Mereka menuntut perbaikan sistem pendidikan dan administrasi keuangan di kampusnya.

Dalam demo ini, mahasiswa membawa  spanduk dan poster  berisi penolakan komersialisasi pendidikan. Mereka juga membagikan selebaran berisi protes terhadap pungutan tidak lazim yang diberlakukan pihak yayasan.

"Tuntutan kami, hapuskan tradisi menaikkan uang ujian setiap semester, hapuskan segala denda keterlambatan pembayaran," ujar Ketua BEM STIKes Helvetia M Ayyubi Zein Nasution di sela unjuk rasa, Sabtu (27/4).

Para mahasiswa memaparkan, selama ini setiap keterlambatan pembayaran uang kuliah S1 didenda Rp 500 ribu, S2 didenda Rp 1 juta. Sementara keterlambatan penyerahan KRS didenda Rp 100 ribu.

Selain itu, mereka juga menyatakan kekecewaannya pada fasilitas pendidikan yang didapatkan di kampus. "Kami ingin perbaikan fasilitas ruang kuliah, seperti sistem ventilasi ruangan, AC, lampu, infocus," katanya.

Akibat demo ini, para mahasiswa menolak mengikuti proses perkuliahan. Pihak yayasan pun enggan menemui para mahasiswa. Namun, sejumlah  dosen terlihat berupaya membujuk mahasiswa untuk menghentikan aksinya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.