Proyek fiktif, Dirut perusahaan rekanan BUMN dibekuk Kejaksaan

MERDEKA.COM. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pagi tadi menangkap HS di kantornya Jalan Bengawan nomor 59, Bandung, karena diduga melakukan korupsi. HS diduga telah melakukan penyalahgunaan anggaran rutin di salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternama di Indonesia, dalam kurun waktu tiga tahun ini.

"Penangkapan dilakukan berdasarkan pengintaian sejak sebulan lalu, akhirnya tadi pagi kita tangkap HS, di kantornya," kata Kepala Kejari Bandung, Febrie Adriansyah, di kantornya, Selasa (14/5).

HS merupakan Direktur Utama PT Dimensi Kaya Perkasa, PT Tri Utama Jaya, CV Bintang Anugerah, PT Cahaya Harmoni, dan PT Arco Tritama. Dia diduga telah merugikan uang negara miliaran rupiah. Tiap bulan, ratusan juta rupiah masuk ke kantong pribadinya.

HS menjalankan aksinya sejak 2010 lalu. Dia bekerja sama dengan karyawan salah satu perusahaan BUMN tersebut dan membuat nota pesanan fiktif berupa pengadaan barang.

"Lima perusahaan milik HS menerima uang secara rutin dengan beberapa kegiatan dengan jumlah juga besar, perusahaan ini kita amati melakukan kegiatan fiktif yang hanya melaporkan secara administrasi," ungkapnya.

Namun kegiatan itu tidak dilakukan oleh perusahaan HS. "Ini masuk dalam kualifikasi pengadaan barang. Ada uang masuk yang diduga cukup besar padahal kegiatannya fiktif," katanya.

Selain HS, pihaknya mengamankan empat orang karyawan. Mereka adalah S, G, DW, dan S. "Tapi semua kita masih lakukan pemeriksaan, sedangkan HS dipastikan akan menjadi tersangka," paparnya.

Pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen, dua unit CPU, dua laptop, dan dua mobil. "Semua barang kita sita untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.