Proyek Infrastruktur Lebih Efisien Digarap Pakai Teknologi Ini

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi Virus Corona memaksa seluruh sektor ekonomi beradaptasi dengan dunia digital, termasuk sektor konstruksi. Namun ternyata, penerapan teknologi digital di sektor itu khususnya dalam penggarapan proyek infrastruktur, sudah semakin berkembang saat ini.

Salah satunya yang diimplementasikan PT PP. Bahkan, BUMN karya tersebut menjadi perusahaan konstruksi pertama di Indonesia yang menerapkan Building Information Modeling (BIM) sejak 2015 dan diiplementasikan dalam proyek-proyek konstruksi yang digarapnya.

Corporate Secretary PT PP Yuyus Juarsa menjelaskan, BIM merupakan seperangkat teknologi dan kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan secara kolaborasi dan terintegrasi dalam sebuah model digital.

Baca juga: Daftar Dompet Digital Paling Populer saat Pandemi COVID-19

Penggunaan teknologi BIM memungkinkan pelaku yang terlibat dalam suatu proyek bekerja secara kolaborasi. Kemudian mengoptimalkan produktivitas SDM dan kegiatan proyek secara cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien selama proses umur siklus bangunan (building lifecycle).

"Dengan penerapan BIM ini akan membuat efisiensi yang sangat signifikan dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Karena data desain (pra-konstruksi) menjadi sangat detail dan akurat," ujar Yuyus dikutip dari keterangannya, Rabu 4 November 2020.

Dia mengungkapkan, perseroan sudah mulai menerapkan BIM sejak 2015 di proyek-proyek yang dikerjakan mulai dari Aceh hingga Papua. Baik pada proyek gedung maupun infrastruktur.

Proyek-proyek tersebut antara lain, Istora Papua, Jalan Tol Manado-Bitung, Bendungan Pidekso, RDMP Balikpapan, Stadion Lukas Enembe, Menara BNI Pejompongan, dan Apartemen Springwood Serpong.

Kemudian proyek Apartemen Pertamina RU V Balikpapan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, dan Pengembangan Pelabuhan Sibolga. Lalu Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jalan Tol Pandaan-Malang, New Yogyakarta International Airport, Jembatan Teluk Kendari.

Saat ini menurutnya, perseroan juga tengah melakukan pengembangan dan implementasi konstruksi digital atas penggunaan program Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Mixed Reality (MR). Agar, relevan diterapkan dalam proses konstruksi era pandemi di mana dapat melaksanakan meeting kolaborasi dan koordinasi berbasiskan VR.

Dia mengatakan, untuk mewujudkan keseriusan Perseroan terhadap implementasi teknologi BIM di dunia konstruksi Indonesia. Perseroan juga menjadi pioneer dalam penyelenggaraan konferensi internasional yang membahas penerapan teknologi digital di industri konstruksi khususnya BIM.

Sampai saat ini, Perseroan telah melaksanakan konferensi internasional tersebut sebanyak 2 kali. Yaitu dalam acara PP Digital Construction Day International Conference 2017 dengan mengusung tema Build Before Construct. Lalu PP Digital Construction Day International Conference & Workshop 2019 dengan mengusung tema, Smat Construction in Digital Era.

"Konferensi internasional ini juga didukung oleh Kementerian BUMN yang terus mendorong Perseroan untuk mengembangkan kepemimpinan teknologi di bidang konstruksi untuk menjadi perusahaan yang kompetitif dan siap menghadapi Era Disrupsi," ujarnya.