Proyek Infrastruktur Siap Pacu Pertumbuhan Ekonomi Banten, Ini Daftarnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah pembangunan infrastruktur terus digencarkan di Banten untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Dukungan infrastruktur salah satunya dikerjakan melalui peningkatan kawasan permukiman kumuh di pesisir Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang, pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, dan penyelesaian Tol Serang-Panimbang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi Banten juga bertujuan mengurangi ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antar wilayah.

"Lalu juga untuk mengurangi ketimpangan taraf hidup masyarakat, khususnya dari segi penghasilan melalui infrastruktur kerakyatan," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/8/2021).

Peningkatan kawasan permukiman kumuh di pesisir Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang dilakukan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten, Ditjen Cipta Karya untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

Pekerjaannya dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap I telah selesai 2019 silam dan tahap II masih dalam progres.

"Penataan kawasan pesisir Kecamatan Mauk mendapat apresiasi positif masyarakat setempat, sehingga dimanfaatkan oleh warga sekitar menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Tangerang. Banyak pengunjung yang datang untuk berswafoto atau pun sekadar duduk santai melihat pesisir pantai," ujar Menteri Basuki.

Infrastruktur lain yang dibangun yakni Bendungan Karian yang berlokasi di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

Bendungan berkapasitas tampung 314.7 juta m3 tersebut akan memberikan manfaat sebagai penyedia kebutuhan suplesi ke daerah irigasi Ciujung seluas 22 ribu ha.

Waduk Karian merupakan bendung terbesar ketiga di Indonesia yang juga memiliki manfaat sebagai pemasok air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri sebesar 9,10 m3 per detik, berpotensi sebagai tujuan wisata air di Kabupaten Lebak, dan pembangkit energi listrik sebesar 1,8 megawatt untuk 40 desa atau 4 kecamatan di wilayah sekitar bendungan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jalan Tol

Tol Serang-Panimbang Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung. (Dok Kementerian PUPR)
Tol Serang-Panimbang Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung. (Dok Kementerian PUPR)

Untuk meningkatkan konektivitas di Banten, Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga membangun Jalan Tol Serang-Panimbang yang membentang sepanjang 83,67 km.

Tol yang melintasi wilayah Kota dan Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang tersebut terdiri dari tiga seksi, yakni Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung sudah selesai 100 persen.

Kemudian Seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan ruas Rangkasbitung-Cileles dan Seksi 3 sepanjang 33 km menghubungkan Cileles-Panimbang masih dalam tahap konstruksi.

"Kehadiran Tol Serang-Panimbang diharapkan akan mendukung pengembangan ekonomi wilayah Banten Tengah dan Banten Selatan dengan Banten Utara yang secara geografis berdekatan dengan Ibu Kota DKI Jakarta," pungkas Menteri Basuki.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel