Proyek Kilang Pertamina yang Bikin Warga Desa di Tuban Borong Mobil

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Warga Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tengah viral setelah videonya beredar habis memborong ratusan mobil baru. Warga desa ini ketiban rejeki nomplok setelah lahannya dibeli untuk dijadikan proyek kilang minyak Pertamina yang bekerjasama dengan perusahaan asal Rusia, Rosneft Oil Company.

Sebanyak 280 warga Desa Sumurgeneng telah menyetujui lahannya untuk digunakan proyek kilang minyak Pertamina, dan mendapatkan ganti rugi atas lahan yang terdampak proyek tersebut.

Nilai ganti rugi lahan warga bervariasi berkisar Rp600-Rp800 ribu per meter. Tergantung luas lahan terdampak yang dimiliki warga. Namun jika dirata-rata warga setempat menerima ganti rugi miliaran Rupiah. Bahkan ada yang mendapat ganti rugi tertinggi mencapai Rp28 miliar.

Dikutip dari laman prpp.pertamina.com, proyek kilang minyak di Tuban, Jawa Timur milik PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) didirikan pada 28 November 2017, untuk mengelola proyek New Grass Refinery Root (NGRR) atau industri kimia dasar yang menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku untuk industri petrokimia.

PRPP merupakan usaha patungan (joint venture) antara Pertamina dan Rosneft dengan kepemilikan saham Pertamina melalui anak perusahaannya PT Kilang Pertamina Internasional sebesar 55 persen, dan Rosneft Oil Company melalui afiliasinya Rosneft Singapore Pte. sebesar 45 persen.

Proyek NGRR Tuban akan memproduksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Kilang minyak di Tuban ini diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi sebesar 300.000 barrel per hari.

Berdasarkan market study yang dilakukan oleh Nexant, kilang Tuban ini akan memiliki posisi yang sangat kompetitif dalam hal kapasitas, kompleksitas, dan juga margin dibandingkan dengan industri sejenis di kawasan.

Pembangunan kilang di Kecamatan Jenu, Tuban, berdiri di atas lahan seluas kira-kira 900 hektare. Menghabiskan dana US$15,7 miliar atau setara Rp225 triliun. Dari luas lahan itu, sebanyak 529 lahan milik warga di tiga desa di kecamatan Jenu, Tuban terdampak proyek, yaitu di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Desa Sumurgeneng.

Proyek kerjasama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) di Tuban Jawa Timur ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kontrak dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) di Moskow, pada 29 Oktober 2018 lalu.

Dalam pertemuan dengan Delegasi Pertamia di Wisma Duta KBRI Moskow pada 29 Oktober 2019, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, menyampaikan apresiasi atas penandatanganan kontrak perjanjian terebut.

"Proyek ini adalah realiasi dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi, Rusia pada Mei 2016 dan Alhamdulillah setelah semua permasalahan dapat diselesaikan kedua pihak," kata Dubes Wahid dikutip dari laman Kemlu.go.id

Menurut Dubes Wahid, kerja sama ini sebagai bukti kedekatan hubungan Indonesia dengan Rusia yang pada tahun 2020 kedua negara akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik. Dubes Wahid berharap proyek ini dapat mendukung kemandirian Indonesia di bidang energi.

"Kita berharap proyek ini dapat selesai sebagaimana direncanakan tahun 2025 dan proyek ini menjadi semakin penting sebagai salah satu proyek strategis dan prioritas nasional pemerintah Indonesia," tambah Dubes Wahid.