Proyek "Kit of Love" yang didanai China bantu SD di Kamboja

Sebuah proyek sumbangan China, "Kit of Love", resmi diluncurkan di bawah upaya bersama China dan Kamboja untuk membantu para siswa sekolah dasar di Kamboja, berkontribusi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan siswa di daerah-daerah pedesaan.

Se Sokna, seorang siswa kelas enam di Sekolah Dasar Angkomnob di Distrik Bati, 40 kilometer sebelah selatan ibu kota Kamboja, Phnom Penh, sangat gembira setelah menerima "Kit of Love" sumbangan China pada Kamis (25/8), seraya mengatakan bahwa paket itu sangat berguna.

"Perlengkapan ini sangat berharga bagi kami dan saya menyukainya," ujarnya kepada Xinhua setelah menerima paket tersebut, yang antara lain berupa tas sekolah, alat tulis, botol air minum stainless-steel, dan kotak makan siang stainless-steel."

Siswa kelas enam lainnya San Sokchen (12) mengatakan dia sangat berterima kasih kepada China atas sumbangan tersebut, seraya mengatakan bahwa paket itu tidak hanya membantu studinya, tetapi juga membantu meningkatkan kebersihan pribadinya.

"Saya menerima tas sekolah, ikan kalengan, sebotol Ovaltine, botol air minum, dan kotak makan siang," tuturnya kepada Xinhua. "Saya sangat senang dan gembira."

Didanai bersama oleh Dana Kerja Sama Selatan-Selatan dan Pembangunan Global serta China Foundation for Peace and Development (CFPD) melalui Forum Aliansi Masyarakat Sipil (Civil Society Alliance Forum/CSAF) Kamboja, proyek "Kit of Love" diluncurkan di negara tersebut oleh Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamboja Chea Vandeth dan Liu Jianchao, Kepala Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC).

Liu mengunjungi Kamboja sebagai kepala delegasi CPC dari 23-26 Agustus, dan dia telah bertemu dengan Presiden Partai Rakyat Kamboja (Cambodian People's Party/CPP) yang berkuasa sekaligus Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen, serta beberapa pemimpin partai lainnya.

Direktur perencanaan dan proyek CSAF Chea Munyrith menyebutkan proyek yang berlangsung selama tiga bulan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan alat tulis di kalangan siswa, untuk mendorong mereka belajar dengan giat, untuk membantu meningkatkan kebersihan dan lingkungan, dan untuk menjalin ikatan batin yang erat di antara rakyat kedua negara.

"Total 10.000 'Kit of Love' akan disumbangkan kepada siswa di tiga wilayah sasaran, termasuk Phnom Penh, Provinsi Preah Sihanouk, dan Provinsi Tboung Khmum," ungkapnya kepada Xinhua dikutip Sabtu.

Munyrith menuturkan proyek "Kit of Love" tidak hanya akan berkontribusi untuk mengurangi kemiskinan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan para siswa di daerah-daerah pedesaan.

"Kami percaya bahwa proyek ini akan memperdalam ikatan solidaritas, persahabatan, dan persaudaraan antara kedua negara dan rakyat kita," sebutnya.

Nget Sam Oeun, Kepala Sekolah Dasar Angkomnob, tempat proyek itu diluncurkan, mengatakan total 257 siswa di sekolah tersebut masing-masing telah menerima "Kit of Love".

"Ini adalah proyek yang bagus karena telah membantu meningkatkan kesehatan dan kebersihan bagi siswa di pedesaan," tuturnya kepada Xinhua. "Proyek ini penting untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kebersihan bagi siswa sekolah dasar, terutama membantu melindungi mereka dari pandemi COVID-19."

"'Kit of Love' benar-benar mencerminkan kebaikan hati rakyat China terhadap rekan-rekan mereka di Kamboja, dan proyek ini juga membawa senyum serta harapan bagi anak-anak pedesaan di Kamboja," tambahnya.