Proyek Stadion Banten Dikebut, Topping Off Paling Lambat Maret 2021

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jajaran direksi perusahaan konstruksi pelat merah PT PP melakukan kunjungan proyek secara virtual memantau progress pembangunan Stadion Banten. Topping off atau pengerjaan konstruksi telah masuk periode finishing, ditargetkan paling lambat Maret 2021.

Pembangunan proyek stadion ini berada di Kawasan Sport Centre Banten yang memiliki luas lahan keseluruhan seluas 60 hektare (ha). Sampai dengan Pekan keempat Januari 2021, pembangunan proyek Stadion Banten telah mencapai progres pekerjaan sekitar 33,94 persen, lebih cepat dari 6,95 persen dari yang telah ditargetkan sebesar 26,98 persen.

"Project Visit Virtual di awal tahun ini dilakukan oleh jajaran Direksi Perseroan guna memberikan semangat kepada Tim Proyek sekaligus melakukan inspeksi secara virtual atas progres pekerja proyek tersebut," ujar Sekretaris Perusahaan Perseroan Yuyus Juarsa dikutip dari keterangannya, Selasa 2 Februari 2021.

Baca juga: Ini Prakiraan Harga Tahu dan Tempe pada Februari

Dia menjabarkan, proyek pembangunan Stadion Banten berlokasi di Jalan Raya Pandeglang, Serang, Banten ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp874 miliar. Proyek ini dimiliki oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman Provinsi Banten.

Luas bangunan yang dikerjakan adalah 78.116 meter per segi, dengan total bangunan 5 lantai. Pada pekan ini, pembangunan stadion tersebut telah memasuki pembangunan lantai kelima yang ditargetkan dapat melaksanakan topping off di Februari atau Maret 2021.

“Proyek pembangunan Stadion Banten ini dipimpin oleh Project Manager muda yang memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab perusahaan,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, proyek ini telah mengimplementasikan protokol Kesehatan COVID-19 yang sangat ketat. Beberapa inovasi dalam
pembangunan proyek yang digarap PT PP pun diterapkan.

Antara lain, metode khusus dalam pembuatan bekisting balok tribun miring, memproduksi fabrikasi precast tribun onsite, dan pengecoran dua pilar utama.

“Kami berharap keunggulan dan inovasi yang telah diimplementasikan dalam proyek ini dapat menjadi contoh yang baik sehingga dapat diikuti penerapan nya dalam pembangunan proyek-proyek lainnya,” ujar Yuyus.