Proyek Taksi Terbang Bos Google Gulung Tikar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kitty Hawk, taksi terbang bertenaga listrik yang didanai oleh pendiri Google Larry Page dan diperkenalkan pada 2017, dikabarkan berhenti beroperasi pada Kamis (22/9). Kabar tersebut dikonfirmasi perusahaan dalam sebuah postingan singkat di LinkedIn Kitty Hawk.

"Kami telah membuat keputusan untuk menghentikan Kitty Hawk. Kami masih mengerjakan detail selanjutnya," tulis perusahaan dalam postingannya, Kamis (22/9).

Dilansir dari TheVerge.com dan Insider.com, informan di dalam perusahaan mengatakan bahwa Kitty Hawk telah memberhentikan kendaraan Heaviside yang mampu terbang hingga 100 mil. Page pun dikabarkan semakin lepas dari perusahaan, tetapi ia tetap terlibat dengan peralihannya ke penelitian dan pengembangan setelah akhir proyek Heaviside.

Meski begitu, terdapat satu proyek lainnya yang akan tetap berjalan di proyek kerja sama perusahaan dengan Boeing, yakni Wisk Aero. Kendati demikian, Chris Brown selaku juru bicara Wisk mengatakan bahwa berita penghentian Kitty Hawk tidak berpengaruh pada Wisk.

"Kami tetap dalam posisi keuangan dan strategis yang kuat, dengan Boeing dan Kitty Hawk sebagai investor," kata Chris Brown.

Pada awal tahun ini, Boeing menenggelamkan $450 juta lagi ke Wisk Aero selama putaran pendanaan terakhirnya.

Sementara itu, Kitty Hawk pertama kali diungkap pada tahun 2017 ketika perusahaan merilis video kendaraan transportasi pribadi "Flyer" di depan pesawat otonom lain bernama Cora, yang kemudian berubah nama menjadi Wisk Aero.

Flyer adalah salah satu kendaraan pertama yang muncul selama tren Electric Vertical Takeoff and Landing (eVTOL) yang kemudian mencakup Joby Aviation, Volocopter, dan Lilium yang didukung Toyota, serta proyek-proyek dari nama-nama mapan seperti Bell Helicopter dan Uber. Sejah tahun 2018, Larry Page diketahui memiliki perusahaan mobil terbang lain bernama Opener.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]