PSAI sebut Menpora komitmen bantu timnas sepak bola amputasi

Ketua Umum Perkumpulan Sepak bola Amputasi Indonesia (PSAI) Yudi Yahya menyebutkan Menteri Pemuda dan Olah (Menpora) Zainudin Amali berkomitmen membantu timnas yang akan turun di Piala Dunia Sepak bola Amputasi di Turki, Oktober mendatang.

Yudi Yahya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, menyadari jika sebelumnya Kemenpora tidak mengalokasikan anggaran buat timnas, namun PSAI sangat berterima kasih dengan komitmen Menpora Zainudin Amali yang akan memberikan bantuan.

"Kemenpora memang tidak mengalokasikan anggaran Timnas PSAI tampil di Piala Dunia, karena kami memang tidak menduga bisa lolos ke Piala Dunia, tetapi komitmen Pak Menpora Amali itu sebagai bukti bahwa beliau sangat menghargai prestasi yang telah dicapai dan kami merasa di 'wongke'," kata Yudi Yahya.

Baca juga: Menpora janjikan dukungan bagi wakil Indonesia di Piala Dunia Amputasi

Pria asal Ponorogo ini mengaku pihaknya terus menjalin hubungan dengan Kemenpora dan pihaknya berharap tidak perlu adanya narasi yang memojokkan Kemenpora seolah-olah tidak menjalankan komitmen.

"Sekali lagi, saya tidak meragukan komitmen Kemenpora dalam membantu Timnas PSAI dan kami berterima kasih kepada pak Menpora Amali beserta jajarannya," kata Yudi menambahkan.

Untuk mendukung kesuksesan tampil di Piala Dunia tersebut, kata Yudi Yahya, pihaknya bukan hanya meminta bantuan kepada Kemenpora saja tetapi juga pihak swasta yang salah satunya bekerja sama dengan Sharp, menjual jersey dan hasil penjualannya itu diserahkan kepada timnas PSAI.

Timnas sepak bola amputasi lolos ke Piala Dunia setelah tampik apik pada Kualifikasi Zona Asia Timur yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh, beberapa waktu lalu itu lewat dua kemenangan dari tiga laga yakni menang 8-0 lawan Bangladesh, Malaysia 3-0 dan kalah dari Jepang 0-2.

Baca juga: PSAI minta DPD dorong Kemenpora komitmen soal anggaran ke Piala Dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel