PSG Menyesal Lepas Edinson Cavani dan Thiago Silva Secara Gratis

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Direktur Olahraga Paris Saint-Germain, Leonardo Araujo, mengaku menyesal telah melepas Edinson Cavani dan Thiago Silva secara gratis pada bursa transfer musim panas kemarin. Menurutnya, langkah itu merupakan kesalahan fatal.

Silva dan Cavani memang tidak ditawari kontrak baru setelah masa bakti mereka selesai di Parc des Princes pada akhir musim 2019/2020. Silva akhirnya memutuskan gabung ke Chelsea, sedangkan Cavani memilih Manchester United sebagai pelabuhan barunya.

Kepergian kedua pemain senior itu ke Premier League semakin terasa berat bagi Les Parisiens setelah di awal musim ini mereka mengalami badai cedera. Mauro Icardi, Neymar, dan Kylian Mbappe menderita cedera dan terpaksa absen dalam beberapa pertandingan PSG di Ligue 1 maupun Liga Champions.

Akibat membiarkan kedua pemain tersebut pergi secara gratis, PSG telah menelan dua kekalahan di penyisihan grup Liga Champions musim ini. Mereka dikalahkan MU dengan skor 1-2 pada matchday pertama, dan dibekap RB Leipzig di matchday ketiga.

Leonardo pun menjelaskan, mengapa PSG dipaksa untuk melepas Silva dan Cavani secara gratis. Hal itu lantaran manajemen Les Parisiens mengalami masalah keuangan yang membuat mereka tidak menawarkan perpanjangan kontrak baru kepada Silva dan Cavani.

Selain karena masalah keuangan, Leonardo menambahkan, regenerasi juga menjadi faktor lain yang membuat PSG tidak bisa mempertahankan kedua pemain tersebut. Terlebih, Silva dan Cavani sudah berusia lebih dari 30 tahun.

"Pada suatu ketika, kami harus mengatakan apa yang telah kami lakukan. Kami sebenarnya sudah berbicara dengan mereka (Cavani dan Silva). Kami pun memberi tahu bahwa kami tidak dapat memberikan apa yang mereka inginkan," kata Leonardo, seperti dikutip Daily Mail, Rabu 11 November 2020.

"Itu karena ada masalah keuangan dan kami didesak juga untuk melakukan regenerasi. Di sektor bek tengah contohnya, kami telah mengandalkan Marquinhos dan (Presnel) Kimpembe. Jadi, kami telah mengambil keputusan sulit dan bisa saja kami membuat kesalahan," ujarnya.